Hasilnya, terjadi penurunan signifikan baik luasan maupun ketebalan es ‘salju abadi’ yang ada di Puncak Sudirman.
Indonesia menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi. Salju abadi di Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG Donaldi Sukma Permana, mengatakan, luasan tutupan es pada tahun 2024 menyusut 0,11-0,16 kilometer persegi. Sebelumnya, pada 2022, luasan tutupan es 0,23 kilometer persegi.
Setelah melakukan survei lagi terlihat penurunan tebal es dari tahun ke tahun dan kian menipis.




