Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyoroti pencairan salju dan es di pegunungan Jayawijaya, Papua.
Dalam siaran pers WMO, Kamis (5/6), menyebutkan pencairan es gletser terus berlanjut dengan cepat di di Indonesia, selama tahun 2024.
Estimasi melalui satelit, sejak tahun 2022 total luas es di bagian barat Nugini menurun hingga 30-50% sejak tahun 2022, menurut estimasi satelit.
”Jika laju ini terus berlanjut, total pencairan es diperkirakan akan terjadi pada tahun 2026 atau segera setelahnya,” kata WMO, mengutip laporan yang dirilis bertepatan dengan Platform Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2025 di Jenewa dan menjelang Konferensi Kelautan PBB 2025.
Salju dan es jarang ditemukan di sebagian besar, tetapi tidak semua, Pasifik Barat Daya. Ada gletser di pegunungan Selandia Baru dan di puncak tertinggi di bagian barat pulau Nugini.
Indonesia yang berada di wilayah tropis memiliki keunikan karena terdapat salju abadi di Pegunungan Jayawijaya.
Salju abadi ini di ambang kepunahan. Hal ini menjadi sinyal buruk bagi Indonesia karena tidak lama lagi salju abadi di Pegunungan Jayawijaya akan musnah dalam beberapa tahun mendatang.
Pada 11-15 November 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pengunungan Jayawijaya.




