“Biodiversitas laut dan pesisir Indonesia yang begitu kaya, saat ini belum diiringi dengan eksplorasi, pengelolaan, dan pemanfaatan yang maksimal. Dalam hal ini, kolaborasi riset merupakan salah satu langkah yang sangat penting dan dibutuhkan,” kata Handoko, seperti dikutip dari Lipi.go.id.
The Research Institute for Development, Perancis, Laurent Pouyaud, mengatakan kerja sama Laboratorium Bersama Internasional ini untuk meningkatkan fasilitas laboratorium P2O LPI dan pelatihan antar anggota jaringan.
Menurut Pouyaud, kegiatan akan di danai IRD selama kurun waktu 2021-2025. Melalui proyek ini akan diketahui, status terkini dan masa depan biodiversitas laut dan pesisir Indonesia sebagai harta karun nasional untuk kesejahteraan umat manusia dan pelestarian alam.
Pouyaud mengatakan, proyek IJL SELAMAT akan dibagi dalam empat platform kegiatan.
Pertama, platform jejaring observasi nasional (DIVA Network) untuk riset lapangan dan pemantauan spesies dan ekosistem sentinel di perairan Indonesia.
Kedua, Platform Laboratorium Genetik Molekuler Kelautan (LGMK-P2O LIPI) untuk penguatan sarana dan prasarana laboratorium serta untuk peningkatan kapasitas riset laboratorium para peneliti kelautan di Indonesia.
Sampel yang dikumpulkan oleh peneliti, jaringan observasi, dan proyek penelitian terkait lainnya akan dianalisis di laboratorium untuk tujuan penelitian genomik dan genetik populasi.





Komentar tentang post