Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mirip Turki, Ini Cara Membangunkan Sahur di Kota Gorontalo

redaksi
24 Maret 2024
Kategori : Berita
0
Mirip Turki, Ini Cara Membangunkan Sahur di Kota Gorontalo

Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, melepas dan bersama ribuan warga ikut serta dalam rombongan koko’o atau ketuk sahur di Kota Gorontalo menyambut bulan Ramadan. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Ada beragam cara membangunkan sahur di bulan suci Ramadan. Di Kota Gorontalo, untuk membangunkan sahur, warga menggunakan instrumen bambu yang sudah dipotong dalam jumlah banyak, diiringi dengan satu penabuh genderang.

Di Turki, instrumen utama untuk membangunkan sahur dilakukan ribuan penabuh genderang dengan menggunakan pakaian gaya Ottoman.

Pada Senin 11 Maret 2024 malam, ribuan warga Gorontalo memadati jalan Nani Wartabone (jalan eks D.I. Panjaitan).

Mulai dari gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga perempatan lapangan Taruna Remaja dipadati peserta ketuk sahur dan warga yang ingin menonton.

Ketuk sahur dengan alunan musik religi ini melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo, setiap malam, menjelang sahur.

Ketuk sahur Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Peserta ketuk sahur menggunakan truk yang membawa penabuh genderang, kemudian diiringi ratusan peserta yang menggunakan bambu untuk diketuk.

Dengan menggunakan pengeras suara, penabuh genderang, dan ketukan bambu berirama mengukiti alunan musik religi.

Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, melepas ribuan warga yang ikut serta dalam rombongan koko’o  atau ketuk sahur tersebut.

Rombongan memulai ketuk sahur dengan rute pintu gerbang UNG sampai Kelurahan Talumolo.

Koko’o adalah tradisi masyarakat Gorontalo untuk membangunkan sahur dengan menggunakan kentongan yang terbuat dari bambu.   

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Koko'o GorontaloProf. Eduart WolokUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hari Meteorologi Sedunia Menampilkan Kampanye Weather Kids

Next Post

Perairan Boalemo Dapat Menjadi Destinasi Baru Hiu Paus di Gorontalo

Postingan Terkait

Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

13 Mei 2026

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Next Post
Perairan Boalemo Dapat Menjadi Destinasi Baru Hiu Paus di Gorontalo

Perairan Boalemo Dapat Menjadi Destinasi Baru Hiu Paus di Gorontalo

TERBARU

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Ewiniar Terbentuk di Dekat Filipina

Akademisi UI Soroti Istilah Bencana Alam, Risiko Diproduksi Secara Sosial

LIPI: Pengelolaan Program di Perbatasan Tumpang Tindih

5 orang Kru KM Dorolonda Sembuh Dari Covid-19

Menhub Budi: Kita Harus Pastikan Generasi Penerus Memiliki Kompetensi Bidang Maritim

Mengapa Gurita Menghilang di Perairan Uwedikan Kabupaten Banggai?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.