Pada periode yang sama, kata Artati, nilai ekspor ikan hias arwana juga mengalami peningkatan dari USD7,05 juta pada tahun 2017 meningkat menjadi USD7,46 juta pada tahun 2021 dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 1,8%.
Ekspor ikan hias arwana Indonesia pada tahun 2021 adalah ikan hias Arwana Super Red (Scleropages formosus) dengan nilai sebesar USD7,3 juta (98,74%), sedangkan untuk ikan hias Arwana Jardini (Scleropages jardini) dengan nilai sebesar USD94,25 ribu (1,26%).
“Hal ini menunjukkan ikan hias khususnya arwana, dengan segala keindahannya sangat diminati di pasar internasional dan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan,” ujar Artati.
Artati mengatakan kontes arwana ini didukung secara penuh oleh KKP melalui Ditjen PDSPKP, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL), dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali.
“Ini membuktikan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen mendukung pengembangan ikan hias,” katanya.
Menurut Ketua Bali Club Arowana (BCA) Rusli Wisanto, dengan kontes ini akan terjadi transformasi harga ikan hias arwana super red sebelum dan sesudah mengikuti kontes. Lonjakan harga bahkan bisa drastis jika ikan yang dikonteskan menjadi juara.





Komentar tentang post