Laporan tersebut—yang mengkaji dampak sosial, ekonomi, dan hukum dari kenaikan permukaan laut, serta cara-cara untuk menghadapinya—disusun menjelang pertemuan tingkat tinggi PBB mengenai topik ini pada tanggal 24 September.
“Permukaan laut terus naik. Ketangguhan, pendanaan, dan ambisi kita harus meningkat lebih cepat,” kata Navid Hanif, kepala Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, seraya menekankan perlunya peningkatan respons kolektif secara mendesak.
Penyediaan Dana
Sebagai bentuk solidaritas terhadap negara-negara berkembang kepulauan kecil dan masyarakat pesisir yang menghadapi kenaikan permukaan laut, perwakilan Uni Emirat Arab mendesak percepatan pelaksanaan Perjanjian Paris dan hasil-hasil yang disepakati dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB tahun 2023 “terkait target 1,5°C, dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masing-masing negara”.
Ia juga menekankan perlunya penyediaan dana serta peran bank multilateral dalam memberikan pendanaan yang dibutuhkan oleh negara-negara rentan tanpa memperparah beban utang mereka.
Dalam konteks ini, perwakilan Uni Emirat Arab menyoroti komitmen negaranya sebesar 100 juta dolar AS untuk Dana Kerugian dan Kerusakan (Loss and Damage Fund), yang disampaikan pada Konferensi tahun 2023.
Lebih lanjut, ia menyerukan pertukaran data yang akurat mengenai ancaman yang dihadapi wilayah pesisir.



