Investasi ini tidak bersifat diskresioner, tetapi penting untuk mempromosikan ketahanan dan pertumbuhan inklusif.
Ini juga menyoroti perlunya membangun kembali kepercayaan melalui lembaga yang inklusif dan akuntabel. Pada saat yang sama, kekuasaan dan kekayaan perlu menjadi kurang terkonsentrasi di puncak masyarakat.
Seiring dengan meningkatnya momentum menuju KTT Dunia untuk Pembangunan Sosial (Second World Summit for Social Development), yang akan diadakan di Doha pada bulan November 2025, kepemimpinan global akan menjadi kunci untuk mendorong perubahan transformatif.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan perlunya persatuan dan tindakan tegas dalam kata pengantar laporan tersebut.
“Tantangan global yang kita hadapi menuntut solusi kolektif,” kata Guterres, seperti dilansir Un.org.
“Sekarang lebih dari sebelumnya, kita harus memperkuat tekad kita untuk bersatu dan membangun dunia yang lebih adil, aman, tangguh dan bersatu bagi kita masing-masing.”




