Deklarasi tersebut menekankan perlunya memperkuat pengurangan risiko bencana dan membangun ketahanan melalui peningkatan ketersediaan data, penilaian risiko, sistem peringatan dini, serta perencanaan dan adaptasi jangka panjang.
“Kenaikan permukaan laut dampaknya jauh melampaui aspek lingkungan. Fenomena ini merupakan faktor yang melipatgandakan ancaman—menghantam perekonomian, perdagangan, infrastruktur, dan sistem pangan,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, mengutip siaran pers WMO.
“Sekitar 770 juta orang—hampir sepersepuluh dari populasi manusia—tinggal di wilayah dengan ketinggian kurang dari lima meter di atas garis pasang tertinggi. Bagi mereka, setiap sentimeter sangatlah berarti.”
Sekretaris Jenderal mengatakan tanpa adaptasi dan mitigasi yang signifikan, risiko yang dihadapi kota dan masyarakat pesisir diproyeksikan meningkat setidaknya sepuluh kali lipat pada tahun 2100.
Dekalrasi tersebut menyebutkan: “Kami mengapresiasi koordinasi penting terkait data kenaikan permukaan laut yang dilakukan oleh badan-badan khusus PBB, khususnya Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO. Kami menyerukan peningkatan perangkat untuk menjamin koherensi dan pemanfaatan data guna mengatasi kendala kapasitas.”




