Deklarasi ini juga menyatakan komitmen untuk memperkuat observasi ilmiah, pengumpulan serta pertukaran data yang terkoordinasi, serta mendukung Sistem Observasi Laut Global (Global Ocean Observing System) dan Sistem Observasi Permukaan Laut Global (Global Sea Level Observing System).
WMO menyambut baik deklarasi tersebut. “Memahami bagaimana permukaan laut berubah dan apa dampaknya secara lokal bergantung pada pengamatan berkelanjutan—termasuk penggunaan alat pengukur pasang surut, satelit, pemantauan kandungan panas laut, perubahan kriosfer dan air daratan, serta pengukuran pergerakan vertikal daratan, di samping pengamatan meteorologi yang diperlukan untuk memprediksi badai dan banjir pesisir,” demikian bunyi pernyataan.
“Namun, masih terdapat kesenjangan yang signifikan, khususnya di wilayah samudra, negara-negara berkembang kepulauan kecil, dan wilayah pesisir rentan lainnya.”
“ Ini bukan sekadar kesenjangan dalam pengetahuan ilmiah. Terdapat pula kesenjangan dalam kemampuan kolektif kita untuk menilai risiko, melakukan persiapan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.”
Dengan mengakui bahwa kenaikan permukaan laut akan memperparah risiko pesisir—termasuk lonjakan badai dan banjir pesisir—deklarasi tersebut menegaskan pentingnya investasi dan kesiapsiagaan guna membangun serta memelihara masyarakat yang tangguh.




