Darilaut – Banjir yang banyak terjadi di berbagai negara, tidak hanya membawa dampak ekonomi dan kerusakan lainnya. Bencana banjir dan banjir bandang berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya.
Laporan Frontiers edisi ke-7 bagian dari inisiatif Foresight Trajectory UNEP (Program Lingkungan PBB) juga mengidentifikasi risiko dari remobilisasi bahan kimia yang telah dilarang dan dihapuskan beberapa dekade lalu.
Dalam siaran pers UNEP menyebutkan banjir dapat membawa bahan kimia tersebut ke permukaan, setelah terakumulasi dalam sedimen selama berabad-abad.
Saat banjir mengaduk sedimen dan puing, bahan kimia beracun dapat terlepas dan kembali memasuki wilayah perkotaan atau sistem pangan.
Laporan ini mencantumkan tindakan efektif untuk mengurangi risiko yang semakin meningkat, seperti pengendalian tradisional seperti polder, tanggul, dan waduk retensi, sistem drainase yang lebih baik, solusi berbasis alam (misalnya, pendekatan kota spons).
Begitu pula dengan pemantauan polutan secara berkala di berbagai lokasi dan produk, serta studi dampak ekonomi tentang jenis polusi ini.
Penuaan Bendungan
Ancaman lain yang muncul dalam Laporan Frontiers 2025 adalah risiko penuaan bendungan. Selain banyak manfaat, bendungan dapat merugikan masyarakat adat dan masyarakat yang bergantung pada perikanan, serta merusak ekosistem.




