Janianton mengatakan penutupan destinasi wisata bukan sesuatu yang aneh. Jangan dibenturkan penutupan dengan soal ekonomi. Jika kita belum bisa menjamin kesehatan masyarakat, maka ini bisa menjadi bumerang.
Jika terjadi ledakan Covid-19, tentu tidak mudah diatasi apalagi ancaman munculnya varian baru. Karena itu, pemerintah harus konsisten mengenai penutupan destinasi wisata.
Untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, menurut Janianton, tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah untuk selalu mengawasi masyarakat agar taat protokol kesehatan, baik saat bepergian maupun saat berliburan.
Pengunjung wisata harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Oleh karena itu, pembukaan destinasi wisata harus disertai dengan ketaatan pengunjung dalam menerapkan protokol kesehatan secara benar.
”Kita selalu menunjuk bahwa pemerintah harus bekerja maksimal, tapi jika masyarakat tidak disiplin maka semua itu tidak akan mudah,” katanya.
Selain meningkatkan edukasi masyarakat soal pentingnya penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata, Janianton menyarankan agar pemerintah bisa membuat kebijakan baru bagi mereka yang mau berwisata.
Salah satunya pemerintah perlu memastikan warga masyarakat yang boleh bepergian untuk wisata adalah mereka yang sudah divaksin.





Komentar tentang post