Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Catatan Tsunami Teluk Tomini 83 Tahun Lalu

redaksi
20 Mei 2021
Kategori : Berita
0
Catatan Tsunami Teluk Tomini 83 Tahun Lalu

Tsunami di Teluk Tomini. GAMBAR: DARYONO/TWITTER

Darilaut – Gempabumi dahsyat dengan magnitudo 8,6 mengguncang Sulawesi Tengah. Catatan gempabumi disusul tsunami ini berpusat di Teluk Tomini, 83 tahun lalu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengatakan, sejarah tsunami Parigi 20 Mei 1938. Sulawesi Tengah diguncang gempa M8,6 berpusat di Teluk Tomini.

Menurut Daryono melalui akun Twitter @DaryonoBMKG, di Toribulu air laut surut 80 meter kemudian muncul tsunami dahsyat 2 – 3 meter.

Terdapat 14 desa yang diterjang tsunami, sebanyak 17 orang meninggal. Korban juga ditemukan di Ampibabo – Parigi 200 orang.

Tsunami itu bukan hal baru bagi Indonesia. Hanya namanya saja diadopsi dari bahasa Jepang, kemudian menjadi istilah internasional.

Bila kita mendengar sejarah di kampung-kampung, cerita tentang gelombang besar yang dahsyat itu ada dalam ingatan orang-orang tua.

Seperti di Parigi Moutong. Kabupaten Parigi Moutong yang terletak di Teluk Tomini, masih menyimpan sejarah dan ingatan tsunami.

Dengarlah penuturan orang-orang tua di Desa Kakorotan, yang berada di Kabupaten Talaud, jauh di dekat perbatasan Filipina.

Secara administrasi, Kakorotan mencakup tiga pulau: Kakorotan, Intata dan Malo. Dulunya, orang-orang tua mengisahkan, tiga pulau ini menyatu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGgempabumiteluk tominitsunami
Bagikan11Tweet6KirimKirim
Previous Post

Pembukaan Destinasi Wisata Harus Diikuti Protokol Kesehatan Ketat

Next Post

Prediksi Hujan Lebat dan Tinggi Gelombang Hingga Jumat Pagi

Postingan Terkait

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026
BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Next Post
Prediksi Hujan Lebat dan Tinggi Gelombang Hingga Jumat Pagi

Prediksi Hujan Lebat dan Tinggi Gelombang Hingga Jumat Pagi

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Rafting di Sungai Telaga Waja Bali, Penuh Tantangan dan Mengasyikan

92B dan 90S Berpotensi Tinggi Menjadi Siklon Tropis

Bagaimana Runtuhnya Ekosistem Hutan Salah Satu Penyebab Banjir Bandang di Indonesia

Penyebab Gempa Banten Karena Penunjaman Lempeng Indo-Australia

Kenaikan Permukaan Laut Menyebabkan Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Migrasi Iklim

Bencana Iklim, Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Banjir di Pakistan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.