Darilaut – Pemerintah Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara telah mengirimkan bantuan di wilayah yang paling terdampak gempa di Turki.
Tim telah mengevakuasi sebanyak 123 orang, termasuk dalam rombongan evakuasi ini warga negara Indonesia (WNI), dua warga negara Malaysia dan satu warga Myanmar, Rabu (8/2).
KBRI Ankara telah mengirimkan 4 tim ke Gaziantep, Kahramanmaraş, Diyarbakır, dan Hatay, setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Turki, Senin (6/2).
KBRI Ankara telah pula menyampaikan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan melalui Bulan Sabit Merah Turki.
Hingga Rabu, tercatat 1 WNI dan anaknya yang berusia 1 tahun meninggal dunia di Kahramanmaras.
Tim evakuasi KBRI Ankara yang berada di lokasi telah mengurus pemulasaraan jenazah.
Terdapat 10 orang WNI korban luka-luka. 4 orang di antaranya telah ditangani di rumah sakit setempat dan 6 orang lainnya dievakuasi ke Ankara untuk mendapatkan penanganan medis lanjut.
Kondisi di lokasi gempa tergolong berat sehingga menyulitkan akses masuk, khususnya di Gaziantep City Center, Nurdagi, Hatay dan Kahramanmaras.
Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pengiriman tim SAR dan medis ke Turki.
Proses Evakuasi
Tim KBRI Ankara dipimpin langsung oleh Dubes RI sudah tiba di daerah gempa pada tanggal 7 Februari 2023 pukul 21.30 waktu setempat, setelah melalui perjalanan darat sekitar 17 jam. Biasanya, dalam kondisi normal perjalan ke wilayah ini hanya sekitar 5-6 jam.
Kondisi cuaca badai salju dengan suhu sekitar 4 sampai 7 derajat.
Tim KBRI Ankara yang terdiri dari Tim Konsuler Perlindungan WNI, Tim Atase Pertahanan dan pejabat BIN sudah melakukan evakuasi dari 4 titik paling terdampak gempa.
Jumlah yang dievakuasi sebanyak 123 orang dari target semula 104 orang. Termasuk di dalamnya 2 WN Malaysia dan 1 WN Myanmar.
WNI bernama Ayu Fira dan dua anaknya di Hatay yang sebelumnya dinyatakan belum bisa dihubungi, sudah berhasil ditemukan dan dalam keadaan selamat.
Nia Marlinda, WNI asal asal Bali dan seorang anak berusia 1 tahun serta suami warga negara Turki di Kahraman Maras ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan.
Kolonel Amir, Atase Pertahanan RI KBRI Ankara, yang memimpin Tim Evakuasi ke Kahramanmaras telah memastikan pemulasaraan almarhumah dan KBRI telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada keluarga almarhumah. Almarhumah dan keluarga dimakamkan di Kahramanmaras.
Terdapat dua WNI belum bisa dihubungi di Dyarbakir. Tim Evakuasi yang dipimpin oleh Kombes Budi Wardiman masih melakukan pelacakan di Dyarbakir sambil melakukan evakuasi 20 WNI di Dyarbalir dan Malatya.
Adapun Hotline KBRI Ankara adalah +90 532 135 22 98.
