Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, tenaga pendidik, camat, dan masyarakat umum.
Sementara itu, perayaan Ketupat telah menjadi tradisi di Gorontalo yang dijuluki ‘Buka Lo Sunati‘ yang berarti Hari Raya Sunah.
Orang-orang pada zaman dahulu, mulai tanggal 2-7 syawal melakukan puasa kembali, oleh karena itu pada tanggal 8 syawal warga Gorontalo kembali merayakan hari raya yang hingga saat ini dikenal dengan istilah Hari Raya Ketupat.
Dalam perayaan ini disediakan makanan gratis berupa soto dari setiap kecamatan se-Kota Gorontalo. Masing-masing kecamatan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat menyediakan 1.000 porsi soto. Total ada 10.000 soto yang dinikmati secara gratis. (Sulis Dwi Fadjar Baeda dan Dewi Agustina Musa)




