Pada kesempatan ini Program Cek Fakta Mafindo bersama para mitra melaksanakan diskusi terfokus yang bertujuan menggali pengalaman dan masukan, menyusun rencana aksi hingga melakukan kerja sama dengan mitra sebagai upaya dalam gerakan kolaboratif untuk melawan hoaks menjelang pemilu 2024.
Peserta diskusi terfokus ini terdiri dari The Jakarta Post, ATAS Indonesia, IPPI, LBH Pers, PRIK KT UI, Marsinah.id, Akademik UI, KPU, AMSI, KEB, PP Fatayat NU, Japelidi, UMN, PMII/ Siberkreasi, ASPPUK, JCCF, CSIS, GMNI, AMSI, PBNU, dan Akademisi UIN Syarif Hidayatullah.
“FGD ini adalah momen bagi kita untuk berdiskusi terkait upaya dalam melawan disinformasi dan kita akan saling mengambil peran untuk apa yang akan kita lakukan secara bersama,” ujar Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho.
Akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bintan Humaira, mengatakan, hoaks bisa menyerang dan disebarkan oleh siapa saja, utamanya menjelang Pemilu 2024.
“Yang paling berbahaya adalah jika hoaks disebarkan oleh para pemuka atau petinggi di sebuah organisasi, komunitas, atau lembaga daerah dengan penyebaran hoaks yang cepat dan terjadi dari mulut ke mulut,” ujarnya.
“Perlu memang ada upaya kita bersama untuk bisa menyentuh pihak pihak terkait tersebut untuk bisa memberikan edukasi terkait literasi digital dan antihoaks.”




