Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

redaksi
9 September 2026
Kategori : Berita
0
Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

Rajungan. FOTO: DARILAUT.ID

Inovasi ini sekaligus menjawab dua permasalahan, yaitu menumpuknya limbah industri perikanan dan kebutuhan material baterai yang ramah lingkungan.

Indonesia merupakan salah satu penghasil rajungan terbesar di dunia. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) 2022, produksi rajungan dunia mencapai 278.000 ton per tahun, dengan kontribusi Indonesia sebesar 109.000 ton.

Namun, dibalik angka tersebut, industri pengalengan rajungan menghasilkan limbah cangkang yang melimpah dan umumnya dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut.

Nasir mengatakan separator berbahan dasar kitin memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan separator komersial. Porositasnya mencapai 86 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan separator komersial Celgard2400 yang hanya 53 persen.

GAMBAR: BRIN

Kemampuan menyerap elektrolit mencapai 388 persen, juga lebih tinggi dibandingkan separator komersial yang hanya 113 persen.

“Keunggulan separator alami ini adalah penyusutan kurang dari 2 persen dengan tetap mempertahankan kinerja baterai yang stabil,” ujarnya.

Dari uji konduktivitas ionik, separator ini mencapai 1,41 mS/cm, lebih tinggi dibandingkan separator komersial yang hanya 0,19 mS/cm. Dalam uji stabilitas termal, separator ini menunjukkan penyusutan hanya 1,4 persen pada suhu 90°C selama satu jam, jauh lebih rendah dibandingkan separator komersial.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Baterai Lithium-ionBRINCangkang RajunganITBMuhamad NasirRajungan
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Postingan Terkait

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

9 September 2026
Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

9 September 2026

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

TERBARU

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Pelaku Pengeboman Ikan Ditangkap di Selayar dan Morowali

Mendekati Filipina Kekuatan Topan Super Mawar Berkurang

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pohuwato

Menhub Resmikan Layanan Pembelian Tiket Online Kapal Penyeberangan

Gempa Laut Banda Magnitudo 7,1 Guncang Tanimbar

Kaleng, Karung, Kemasan, Botol dan Gelas Plastik Dibersihkan di Bawah Laut Tamboo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.