Darilaut – Sejumlah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan varietas padi yang tahan salinitas (kandungan garam).
Pemilihan dan adaptasi varietas tahan salinitas difokuskan pada padi yang mampu tumbuh di lingkungan pesisir dengan kadar garam tinggi.
Riset yang dipimpin Tri Martini, Peneliti dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), mengangkat tema strategis bertajuk Hilirisasi Inovasi Berbasis Pirolisis dan Varietas Padi Tahan Salinitas untuk Optimalisasi Lahan Marjinal Pesisir Indonesia.
Riset tim peneliti dari Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (SIMB) BRIN tersebut berhasil meraih kemenangan pada Kompetisi Inovasi Teknologi dan Energi Pertamina Foundation (PF) Sains tahun 2025.
Riset tersebut menekankan pada hilirisasi inovasi berbasis metodologi pirolisis multikondensor.
“Hal tersebut untuk mengubah sampah plastik di kawasan pesisir pantai dipadukan dengan pemanfaatan lahan marjinal di kawasan pesisir terdampak rob,” kata Tri, pada Jumat (9/1), seperti dikutip dari Brin.go.id.
”Dengan pengembangan varietas tanaman padi tahan salinitas sebagai pendekatan terpadu untuk optimalisasi kawasan pesisir.”
Menurut Tri, lahan marjinal pesisir Indonesia sekitar 24 juta hektar terutama yang berada di sekitar muara sungai dan wilayah padat penduduk sering menjadi titik akhir aliran sampah dari daratan.




