Darilaut – Pertumbuhan perdagangan internasional diproyeksikan melambat menjadi 2,2 persen. Sementara investasi tetap lesu dan harga tinggi dapat mengurangi daya beli.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan Kamis mengenai ”Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia 2026” menyebutkan perdagangan global terbukti tangguh pada tahun 2025.
Perdagangan internasional tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan sebesar 3,8 persen meskipun ketidakpastian kebijakan yang tinggi dan kenaikan tarif.
Ekspansi ini didorong oleh peningkatan pengiriman di awal tahun dan pertumbuhan yang kuat dalam perdagangan jasa. Namun momentum ini diperkirakan akan melambat tahun ini.
Pada saat yang sama, pertumbuhan investasi tetap lesu di sebagian besar wilayah karena ketegangan geopolitik dan kondisi fiskal yang ketat.
Laporan tersebut mencatat bahwa pelonggaran moneter dan langkah-langkah fiskal yang ditargetkan telah mendukung investasi di beberapa ekonomi, sementara kemajuan pesat dalam AI memicu pengeluaran modal yang kuat di beberapa pasar besar.
Namun, potensi keuntungan dari AI kemungkinan akan terdistribusi secara tidak merata, yang dapat memperluas ketidaksetaraan struktural yang ada.
Kenaikan Harga Mengurangi Daya Beli
Laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa harga tinggi tetap menjadi tantangan global utama meskipun inflasi terus berlanjut.




