Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas keluarga dalam mengenali, mencegah, dan merespons gejala tuberkulosis menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan, khususnya di tingkat rumah tangga.
Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan penguatan strategi skrining kontak serumah, peningkatan edukasi perilaku hidup sehat, serta perbaikan kondisi lingkungan rumah sebagai bagian integral dari program nasional pengendalian tuberkulosis.
Peneliti juga berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai faktor risiko penularan tuberkulosis pada anak.
Peran aktif tenaga kesehatan dinilai sangat penting dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar pengetahuan mengenai tuberkulosis anak meningkat dan upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih optimal.




