Hal ini memperkuat posisi kulit jeruk nipis sebagai sumber bahan alami yang menjanjikan di bidang kesehatan.
Solusi Kesehatan
Selain manfaat kesehatan, penelitian ini juga menyoroti aspek keberlanjutan lingkungan. Tingginya konsumsi jeruk nipis di masyarakat menyebabkan volume limbah kulit jeruk meningkat.
Padahal, limbah tersebut justru memiliki nilai ekonomi dan fungsional jika dikelola dengan pendekatan ilmiah. Pemanfaatan kulit jeruk nipis dinilai sejalan dengan upaya pengembangan produk nutraseutikal berbasis bahan lokal yang murah, efisien, dan ramah lingkungan. Limbah dapur yang sebelumnya tak bernilai kini berpotensi menjadi sumber terapi alami alternatif.
Peneliti berharap hasil riset ini dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut, baik dalam bentuk suplemen herbal, produk kesehatan, maupun bahan baku farmasi.
Salah satu pengembangan hasil riset tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan UNG di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Agustus 2026. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis, untuk membantu menciptakan rasa rileks dan mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan.




