Malaria, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS sebagai prioritas penanganan kesehatan nasional.
Wilayah beriklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti sebagian besar wilayah Indonesia, menjadi habitat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat.
Kulit Nanas
Sebelumnya, tim Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG mengembangkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk dijadikan pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Produk yang disebut Aqola Bomb telah diperkenalkan saat sosialisasi dan launching di Desa Langge, Kecamatan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Aqola Bomb hadir sebagai alternatif larvasida alami yang aman bagi lingkungan dan memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.
Inovasi ini hasil riset tim Farmasi FOK UNG yang didampingi Apt. Dizky Ramadani Putri Papeo, M.S.Farm.



