Sabtu, Juni 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

redaksi
3 September 2020
Kategori : Berita, Kajian, Sampah & Polusi
0
Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

Ilustrasi kerang hijau Perna viridis. FOTO: Commons.wikimedia.org

Organ paling terpengaruh terhadap keracunan Pb adalah sistem hematopoetik, sistem saraf pusat, sistem saraf tepi, dan ginjal.

Keracunan Pb dapat mempengaruhi sistem peredaran darah, sistem saraf, sistem urinaria, sistem reproduksi, sistem endokrin, dan jantung. Efek keracunan Pb menyebabkan penyakit paru-paru dan kerusakan saraf (neurotoksik).

Keracunan Pb memiliki efek buruk pada perilaku dan mental perkembangan anak-anak berusia 2-4 tahun. Paparan timbal pada masa kanak-kanak mempengaruhi perkembangan saraf dan temperamen anak usia dini.

Kadmium yang termakan akan menyebabkan mual, muntah, salivasi, diare dan kejang perut. Efek racun dari kadmium menyebabkan kerusakan pada paru, ginjal, hati dan tulang.

Sampel kerang hijau yang diperoleh para peneliti dari uranenggala, Kabupaten Cirebon dan Losari, Kabupaten Brebes tidak layak konsumsi karena Pb dan Cd melebihi ambang batas.

Kondisi paling buruk, menurut para peneliti, adalah kerang hijau dari Teluk Jakarta yang telah tercemar Hg, Pb, dan Cd dengan konsentrasi tinggi sehingga tidak layak dikonsumsi.

Mengonsumsi kerang hijau menjadi berbahaya jika dibudidayakan di perairan yang tercemar. Hasil ini menegaskan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kerang hijau dari Teluk Jakarta tidak layak dikonsumsi akibat pencemaran logam berat (Hg, Pb, Cd).

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Kerang HijauLogam BeratPantai Utara JawaPencemaran Lingkungan
Bagikan21Tweet13KirimKirim
Previous Post

Penanggulangan Tumpahan Minyak di Indonesia

Next Post

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Postingan Terkait

Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

27 Juni 2026
Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

27 Juni 2026

Kemarau Meluas, Hujan Masih Signifikan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Korban Tewas Gempa Ganda Dahsyat di Venezuela Bertambah Menjadi 235 Orang

Malam Tropis di Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

Next Post
Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Komentar tentang post

TERBARU

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

Kemarau Meluas, Hujan Masih Signifikan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Korban Tewas Gempa Ganda Dahsyat di Venezuela Bertambah Menjadi 235 Orang

Malam Tropis di Eropa

AmsiNews

REKOMENDASI

PBB: Ekonomi Global 2026 Tetap Lesu

Siklon Tropis Kong-rey Menguat Menjadi Badai Tropis Parah di Laut Filipina

KKP Ekspor Hasil Perikanan ke Berbagai Negara

Pengungsi Gunung Api Semeru Tersebar di 11 Titik

Gorontalo Catat Inflasi 2,21 Persen pada November 2025, Dorongan Terbesar dari Kenaikan Harga Ikan dan Perawatan Pribadi

Partikel Mikroplastik Jalur Arlindo Ada di Tubuh Kopepoda, Zooplankton yang Dimakan Ikan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.