Rabu, September 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

redaksi
3 September 2020
Kategori : Berita, Kajian, Sampah & Polusi
0
Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

Ilustrasi kerang hijau Perna viridis. FOTO: Commons.wikimedia.org

Darilaut – Kerang hijau dengan nama ilmiah Perna viridis sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan di di beberapa negara. Sebagai makanan penting, kerang hijau, dikenal sebagai sumber protein.

Selain diperoleh langsung dari alam, kerang hijau telah dibudidayakan. Untuk membudidayakan kerang hijau biayanya tergolong murah dan dengan pertumbuhan yang cepat.

Pemijahan kerang hijau umumnya dipicu oleh peningkatan suhu air dan ketersediaan makanan. Proses memijah pada kerang hijau dapat terjadi sepanjang tahun di wilayah tropis, sedangkan di negara beriklim sedang bersifat musiman, bisanya terjadi pada musim panas.

Namun, hasil penelitian yang diterbitkan Agustus tahun ini, sebagian besar kerang hijau yang diproduksi dari pantai utara Jawa tidak layak konsumsi.

Penelitian ini dipublikasi di Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 2020 5 (2) dengan judul “Akumulasi Logam Berat Pada Kerang Hijau di Perairan Pesisir Jawa.”

Para peneliti yang mempublikasikan hasil ini masing-masing Ariani Andayani, Isti Koesharyani, Ulfa Fayumi, Rasidi, dan Ketut Sugama dari Pusat Riset Perikanan, Jakarta.

Di Indonesia kerang hijau banyak dibudidayakan di perairan pantai utara Pulau Jawa. Pulau Jawa merupakan pusat ekonomi juga memiliki penduduk yang padat dan banyak kawasan industri.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Kerang HijauLogam BeratPantai Utara JawaPencemaran Lingkungan
Bagikan22Tweet13KirimKirim
Previous Post

Penanggulangan Tumpahan Minyak di Indonesia

Next Post

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Postingan Terkait

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

16 September 2026
Tim SAR Temukan Bangkai KMP Virgo Transport 8  Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 113 Orang Telah Dievakuasi

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

16 September 2026

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Next Post
Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Komentar tentang post

TERBARU

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

AmsiNews

REKOMENDASI

World Oceans Day 2023, Sekjen PBB: Lautan Fondasi Kehidupan

Ikan Napoleon untuk Aquarium

Lebih Dari 17 Juta Orang Terkena Dampak Gempa Myanmar

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Virus Corona

Teluk Tomini Paceklik Tuna Sirip Kuning Ukuran 30 kg ke Atas

Topan Talim Mendekat, Bandara di Vietnam Menghentikan Penerbangan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.