Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

redaksi
3 September 2020
Kategori : Berita, Kajian, Sampah & Polusi
0
Penelitian Terbaru, Sebagian Kerang Hijau Pantai Utara Jawa Tak Layak Konsumsi

Ilustrasi kerang hijau Perna viridis. FOTO: Commons.wikimedia.org

Darilaut – Kerang hijau dengan nama ilmiah Perna viridis sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan di di beberapa negara. Sebagai makanan penting, kerang hijau, dikenal sebagai sumber protein.

Selain diperoleh langsung dari alam, kerang hijau telah dibudidayakan. Untuk membudidayakan kerang hijau biayanya tergolong murah dan dengan pertumbuhan yang cepat.

Pemijahan kerang hijau umumnya dipicu oleh peningkatan suhu air dan ketersediaan makanan. Proses memijah pada kerang hijau dapat terjadi sepanjang tahun di wilayah tropis, sedangkan di negara beriklim sedang bersifat musiman, bisanya terjadi pada musim panas.

Namun, hasil penelitian yang diterbitkan Agustus tahun ini, sebagian besar kerang hijau yang diproduksi dari pantai utara Jawa tidak layak konsumsi.

Penelitian ini dipublikasi di Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 2020 5 (2) dengan judul “Akumulasi Logam Berat Pada Kerang Hijau di Perairan Pesisir Jawa.”

Para peneliti yang mempublikasikan hasil ini masing-masing Ariani Andayani, Isti Koesharyani, Ulfa Fayumi, Rasidi, dan Ketut Sugama dari Pusat Riset Perikanan, Jakarta.

Di Indonesia kerang hijau banyak dibudidayakan di perairan pantai utara Pulau Jawa. Pulau Jawa merupakan pusat ekonomi juga memiliki penduduk yang padat dan banyak kawasan industri.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Kerang HijauLogam BeratPantai Utara JawaPencemaran Lingkungan
Bagikan21Tweet13KirimKirim
Previous Post

Penanggulangan Tumpahan Minyak di Indonesia

Next Post

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Postingan Terkait

Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

12 Mei 2026
Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

12 Mei 2026

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Dosen UNG Mengkaji Perlawanan Elit Gorontalo di Masa Kolonial

Krisis Iklim: Bumi Masih Bisa Menjadi Jauh Lebih Panas

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Prestasi di Malang dan Kebumen

Presiden Prabowo Siapkan 1.582 Kapal Ikan Bagi Nelayan

Next Post
Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah di Kabupaten Batubara

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Kelangsungan Hidup Transplantasi Karang di Bone Bolango Diatas 95 Persen

Ahli Ekologi Malaysia Praktik Restorasi Padang Lamun yang Efektif

Kapal Pinisi Joy Sailing di Teluk Gorontalo

Topan Haikui Menyebabkan 87 Ribu Rumah Tanpa Aliran Listrik di Taiwan

Terbentuknya Lembah Palu, Cerita dari Biromaru

Menhub Intensifkan PNBP di Sektor Perhubungan Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.