AMSI Kepri pertama kali berdiri pada 18 September 2021, dan saat ini memasuki periode kedua kepengurusan.
“Memang ada sedikit keterlambatan karena persoalan teknis. Namun, kami tetap berkomitmen menjalankan program organisasi sejalan dengan AMSI pusat,” katanya.
Jailani menegaskan AMSI Kepri tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah anggota, tetapi lebih mengedepankan kualitas media.
“Kami tidak bicara kuantitas, tapi kualitas. Fokus kami adalah membangun bisnis media yang sehat dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah AMSI Sumatera, Muhammad Zuhri, menyebutkan kepengurusan AMSI di wilayah Sumatera hampir terbentuk secara menyeluruh, dengan dua wilayah yang masih dalam proses pembentukan.
“Disrupsi media semakin masif. Kita tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga dengan platform media sosial yang kini menjadi sumber informasi utama masyarakat,” kata Zuhri.
Menurut Zuhri, media arus utama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip jurnalisme yang benar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hendri Kurniadi, menyampaikan media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
“Yang viral belum tentu benar. Di sinilah peran media untuk meluruskan disinformasi dan misinformasi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.




