Peredaran Satwa Liar di Jabodetabek Sangat Tinggi

FOTO: KSDAE

Darilaut – Peredaran tumbuhan dan satwa liar di sekitar Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) sangat tinggi. Hal ini karena Jakarta merupakan sebagai pintu keluar dan masuk peredaran yang sangat strategis.

Untuk mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar yang semakin meningkat perlu upaya penanggulangan yang melibatkan para pihak terkait.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Jakarta berkoordinasi dengan Satuan Polisi Militer (POM) Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma melakukan penindakan dan penegakan hukum terkait perdagangan ilegal satwa yang dilindungi.

Dalam hal ini petugas Resort Jakarta Timur yang berada pada Seksi Konservasi Wilayah I lingkup BKSDA Jakarta sudah menjalin baik terkait pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar.

Hasil kerjasama yang baik antar pihak maka diketahui informasi dari Satuan Polisi Militer (POM) terkait adanya pengiriman ratusan burung dari Sentani Papua ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Untuk penanganan kasus yang baik petugas BKSDA Jakarta meneruskan laporan tersebut kepada Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara.

Saat ini pihak terkait telah menetapkan AS (50) pilot salah satu perusahaan penerbangan swasta di Indonesia, sebagai tersangka. Barang bukti berupa 180 burung yang dilindungi dan sudah diserahkan serta diamankan di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur.

Jenis dan jumlah burung dilindungi itu antara lain: kakatua raja 6 ekor, nuri kabare 5 ekor, kakatua koki 1 ekor, perkici paruh jingga 44 ekor, nuri bayan 10 ekor, nuri coklat 8 ekor, cenderawasih kuning besar 16 ekor, cenderawasih matikawat 2 ekor, dan kasturi kepala hitam 88 ekor.

Selama proses penangan kasus tersebut petugas BKSDA Jakarta selalu mendampingi Penyidik Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara.

Exit mobile version