Perjalanan Jurnal Jambura Law Review Universitas Negeri Gorontalo Hingga Terindeks Scopus Internasional

Jurnal terindeks scopus Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo “Jambura Law Review”. GAMBAR: Ejurnal.ung.ac.id

Darilaut – Belum banyak jurnal ilmiah yang terindeks scopus internasional di Sulawesi maupun Kawasan Timur Indonesia.

Scopus berada di bawah naungan Elsevier — sebuah organisasi atau perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang berbasis di Amsterdam, Belanda, yang berdiri sejak 1880.

Sebagai pangkalan data atau database Pustaka, setiap jurnal ilmiah yang terindeks scopus telah memenuhi standar dan reputasi internasional.

Di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) “Jambura Law Review” tercatat jurnal pertama yang memperoleh akreditasi internasional dengan terindeks scopus.

Indeksasi ini merupakan salah satu tingkatan tertinggi bagi sebuah jurnal akademik sebelum kemudian diberikan predikat Q4 hingga Q1. Akreditasi ini merupakan pencapaian tertinggi bagi Fakultas Hukum UNG dan UNG secara umum.

Raihan ini merupakan perjalanan panjang yang telah dilalui oleh Tim Jurnal dibawah koordinasi Novendri M. Nggilu (C.Dr). Jurnal Jambura Law Review (Jalrev) terbit pertama kali tahun 2019.

Telah ada beberapa jurnal yang dimiliki oleh Fakultas Hukum-UNG dan telah memperoleh akreditasi nasional hingga dipersiapkan untuk akreditasi internasional, seperti Jurnal Legalitas (JELTA), Disruption Law Journal (DILAR), Estudiante Law Journal (ESTLAW), Das Sein Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora.

Secara khusus jurnal Jambura Law Review terbit setahun dua kali, yakni di bulan Januari dan Juli setiap tahun berjalan.

Untuk setiap edisi terbitan memuat masing-masing sepuluh artikel terbaik yang yang dikirimkan oleh berbagai penulis, baik penulis dalam negeri maupun penulis luar negeri.

Adanya penulis yang beragam juga diiringi dengan proses reviewer terhadap naskah artikel juga dilakukan secara profesional dan beragam.

Profesionalitas dan keberagaman ini terlihat dari reviewer yang terdiri dari beberapa akademisi kampus ternama dalam negeri seperti dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), maupun dari kampus luar negeri seperti dari New York University dan National University of Singapore (NUS).

Dekan Fakultas Hukum UNG Dr. Weny Almoravid Dungga, mengatakan, Jalrev terus bertumbuh dengan melibatkan beberapa tim editor nasional dan internasional yang berasal dari University of Melbourne Australia, Universidad De Zaragoza Spain, Nagoya University Japan, Edo State University Uzairue Nigeria, University Aleksander Moisiuof Durres Albania, Fakultas Hukum UNNES, dan Fakultas Hukum Unhas.

Perjalanan gemilang dari jurnal Jambura Law Review memang terlihat sejak tahun 2020, di mana melalui akreditasi yang dilakukan jurnal Jambura Law Review memperoleh akreditasi SINTA 2.

Dengan capaian tersebut, semakin dipersiapkan oleh Tim Jurnal melalui pendampingan dari beberapa pihak, seperti Guru Besar dari Universitas Hasanudin Prof Irwansyah, serta Editor and Chief salah satu jurnal di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang Ridwan Arifin.

Dengan diraihnya indeks Scopus Internasional ini menjadi tanggung jawab yang harus dijaga karena menjadi yang salah satu yang terbaik di kawasan Indonesia Timur dalam lingkup keilmuan Ilmu Hukum. Secara khusus, atas raihan perdana ini akan menjadi lecutan semangat bagi jurnal lainnya di lingkungan Fakultas Hukum UNG, sekaligus diharapkan semakin membuka ‘kran’ prestasi bagi Fakultas Hukum UNG.

Dengan prestasi ini, kata Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, UNG berjalan menuju visinya yaitu Unggul dan Berdaya Saing, khususnya sebagai “the engine of Tomini Bay.”

Exit mobile version