Pertama Kali Tuna Sirip Biru Berat 230 Kg Diturunkan di Pelabuhan Perikanan Gorontalo

Ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) dengan berat total 230 kg yang diturunkan dari kapal Cahaya Bilqis di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo. FOTO/VIDEO: FERIANTO TULIABO

Darilaut – Untuk pertama kali tercatat ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) diturunkan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo. Tuna sirip biru itu dengan berat total 230 kg.

Proses pemindahan tuna sirip biru dengan berat 230 kg itu dari kapal penangkap ikan ke tempat pendaratan di Pelabuhan Tenda berlangsung ramai dan cukup lama, pada Minggu (22/2) sore.

Di atas kapal ikan saja terdapat tujuh nelayan yang memindahkan tuna sirip biru dari ruang pendingin atau palka kapal.

Sementara itu, di dermaga puluhan orang termasuk buruh perikanan memindahkan ikan dan menyaksikan proses tersebut.

Tuna sirip biru itu hasil tangkapan nelayan di kapal ikan Cahaya Bilqis.

Titik lokasi penangkapan ikan berada di Laut Maluku, dekat Teluk Tomini, atau di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.

Ketika Tuna Sirip Biru  ini memakan umpan yang ada di pancing, ”ada dua nelayan yang mengangkat ikan ini selama satu jam lebih ke kapal,” kata Arifin (43 tahun) Kapten kapal ikan Cahaya Bilqis, kepada Darilaut.id.

Kapten kapal ikan Cahaya Bilqis, Arifin, di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Arifin ikan tuna sirip biru ditangkap 100 mil tenggara Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Berdasarkan komposisi kedalaman (Prof. Adi Purwandana/ BRIN, 2026), sekitar lokasi penangkapan ikan pelagis besar di Laut Maluku berada 2000 – 4000 meter.

Kapal ikan Cahaya Bilqis melaut selama seminggu lebih di WPP 715, kemudian akan mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Tenda.

Jumlah nelayan yang ada di kapal ikan Cahaya Bilqis sebanyak delapan orang, termasuk kapten kapal.

Aktivitas kapal Cahaya Bilqis saat pendaratan ikan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Cahaya Bilqis adalah kapal ikan mandar dan semua nelayan berasal dari Sulawesi Barat.

Kapal ini berlayar dari Sulawesi Barat, ke Kendari Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Laut Maluku dan Teluk Tomini, Gorontalo.

Nelayan yang tinggal di Kelurahan Pabean Kota Gorontalo, Ferianto Tuliabo (52 tahun) yang sudah lebih dari 30 tahun di Pelabuhan Tenda mengatakan baru kali ini tangkapan ikan tuna sirip biru dengan berat 200 kg lebih didaratkan di Pelabuhan Tenda.

Setelah dilakukan pembersihan isi perut, insang dan ekor ”beratnya 196 kg,” kata Feri.

Catatan ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) yang didaratkan dari kapal Cahaya Bilqis di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Berdasarkan catatan yang ada dalam jumlah ikan yang masuk pada Minggu sore, berat ikan tuna sirip biru 196 kg.

”Nanti ini masuk ikan (tuna sirip biru) dengan berat seperti ini,” kata Aziz, salah satu yang mencatat ikan yang didaratkan di Pelabuhan Tenda.

Catatan Darilaut, seekor tuna sirip biru dengan berat 238 kilogram yang diturunkan di pelabuhan Oma di prefektur utara Aomori, Jepang, terjual dengan harga tertinggi 114,24 juta yen atau lebih dari 12 miliar rupiah.

Tuna sirip biru dengan harga Rp 12,2 miliar atau 790.000 dolar AS tersebut, terjual saat pelelangan tuna pertama tahun 2024 yang diadakan di pasar ikan Toyosu Tokyo. (Verrianto Madjowa)

Exit mobile version