Kapal ikan Cahaya Bilqis melaut selama seminggu lebih di WPP 715, kemudian akan mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Tenda.
Jumlah nelayan yang ada di kapal ikan Cahaya Bilqis sebanyak delapan orang, termasuk kapten kapal.

Cahaya Bilqis adalah kapal ikan mandar dan semua nelayan berasal dari Sulawesi Barat.
Kapal ini berlayar dari Sulawesi Barat, ke Kendari Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Laut Maluku dan Teluk Tomini, Gorontalo.
Nelayan yang tinggal di Kelurahan Pabean Kota Gorontalo, Ferianto Tuliabo (52 tahun) yang sudah lebih dari 30 tahun di Pelabuhan Tenda mengatakan baru kali ini tangkapan ikan tuna sirip biru dengan berat 200 kg lebih didaratkan di Pelabuhan Tenda.
Setelah dilakukan pembersihan isi perut, insang dan ekor ”beratnya 196 kg,” kata Feri.

Berdasarkan catatan yang ada dalam jumlah ikan yang masuk pada Minggu sore, berat ikan tuna sirip biru 196 kg.
”Nanti ini masuk ikan (tuna sirip biru) dengan berat seperti ini,” kata Aziz, salah satu yang mencatat ikan yang didaratkan di Pelabuhan Tenda.
Catatan Darilaut, seekor tuna sirip biru dengan berat 238 kilogram yang diturunkan di pelabuhan Oma di prefektur utara Aomori, Jepang, terjual dengan harga tertinggi 114,24 juta yen atau lebih dari 12 miliar rupiah.
Tuna sirip biru dengan harga Rp 12,2 miliar atau 790.000 dolar AS tersebut, terjual saat pelelangan tuna pertama tahun 2024 yang diadakan di pasar ikan Toyosu Tokyo. (Verrianto Madjowa)




