Darilaut – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan adanya peningkatan signifikan pada luas panen dan produksi jagung pipilan di tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) per September 2025, luas panen jagung pipilan mencapai 132,83 ribu hektare, naik 3,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 128,23 ribu hektare.
Peningkatan luas panen ini berbanding lurus dengan produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen (JPK-KA14%), yang mencapai 647,76 ribu ton atau naik 3,48 persen dari produksi tahun 2024 sebesar 625,97 ribu ton.
Dari data yang dihimpun, realisasi panen jagung periode Januari-September 2025 sebesar 109,28 ribu hektare, meningkat 5,50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara potensi panen Oktober-Desember diperkirakan menambah sekitar 23,55 ribu hektare.
“Puncak panen jagung di Gorontalo terjadi pada bulan April dengan luas panen 26 ribu hektare,” tulis BPS dalam Berita Resmi Statistik No. 67/11/75/Th. XIX. Pada periode tersebut, produksi mencapai angka tertinggi yaitu 133,85 ribu ton jagung pipilan kering (KA14%).
Dari segi jenis panen, jagung pipilan mendominasi hingga 98,25 persen dari total luas panen jagung di provinsi ini. Sementara panen hijauan hanya mencakup 1,27 persen dan panen muda 0,48 persen.




