Minggu, September 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof John Ario Katili Pernah Ingatkan Patahan Aktif di Teluk Palu

redaksi
11 Juni 2021
Kategori : Berita
0
Jembatan kuning palu

Jembatan kuning di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ambruk setelah gempa dan tsunami, pada 28 September 2018. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Untuk itu, BMKG menggelar Sekolah Lapang Gempabumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tanggal 8 – 9 Juni 2021. Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi berlangsung dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Dwikorita, mengatakan Sekolah Lapang Gempabumi yang digelar di Kabupaten Malang sebagai bentuk respon kerawanan gempa dan tsunami di wilayah ini.

Gempabumi di wilayah ini, kata Dwikorita, dipengaruhi keberadaan sesar lokal di antaranya, Sesar Waru, Sesar Blumbang, Sesar Surabaya, dan lain-lainnya.

Menurut Dwikorita, gerakan-gerakan mandiri untuk masyarakat menjadi sangat penting. Misalnya dengan pelatihan dan membuat peta bahaya tsunami.

“Jadi kalau misalnya, tidak ada perhatian pemerintah, bekal peta itu saja disusun lalu buatlah jalur evakuasi bersama-sama warga dusun,” kata Dwikorita.

Selain itu, Dwikorita juga mengajak masyarakat secara bersama-sama menyusun rencana kedaruratan. Terutama generasi milenia untuk menyusun rencana kedaruratan ini.

“Rencana kedaruratan kalau sewaktu-waktu terjadi gempa, apa yang harus dilakukan, siapa melakukan apa, termasuk lansia. Maksudnya ada lansia, ada wanita hamil, ada kaum difabel,” katanya.

Dwikorita mengatakan Sekolah Lapang Gempabumi ini dalam rangka menyiapkan rencana kedaruratan, penyusunan peta, hingga simulasi. Masyarakat yang mengikuti pelatihan Sekolah Lapang Gempabumi menginstal aplikasi ponsel yang disiapkan BMKG.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BMKGGempaPaluSulawesi Tengahtsunami
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

Next Post

Menteri Desa dan Ketua BPK Hadiri Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara

Postingan Terkait

Prospek Ikan Hias Air Tawar

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

27 September 2026
hiu paus

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

27 September 2026

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tsunami Ready: Laut Bukan Untuk Ditakuti, Melainkan Dihormati

Topan Surigae Bergerak Lambat di Selatan Pulau Okinawa

Typhoon Surigae Moving Slowly South of Okinawa Island

Topan Surigae Mengancam Kepulauan Ryukyu di Selatan Jepang

Next Post
Menteri Desa dan Ketua BPK Hadiri Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara

Menteri Desa dan Ketua BPK Hadiri Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara

Komentar tentang post

TERBARU

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tsunami Ready: Laut Bukan Untuk Ditakuti, Melainkan Dihormati

Topan Surigae Bergerak Lambat di Selatan Pulau Okinawa

AmsiNews

REKOMENDASI

135 Orang Tewas Karena Gempa, China Berupaya Meningkatkan Tanggap Darurat

Sinyal Ciri Khas La Nina Lemah di Pasifik Khatulistiwa

Siklon Tropis Megan Menghantam Pantai Barat Daya Teluk Carpentaria

Bom dan Potasium Momok bagi Pelestarian Karang

Kaltim Dorong Pendanaan Inovatif dari Karbon Biru untuk Konservasi Pesisir

Eksplorasi Induk Ikan Nike

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.