Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Puluhan Orang Meninggal Karena Banjir di Pegunungan Arfak, Longsor di Cirebon

redaksi
6 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Puluhan Orang Meninggal Karena Banjir di Pegunungan Arfak, Longsor di Cirebon

Kondisi setelah banjir bandang di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, pada Jumat (23/5). FOTO: BPBD Kabupaten Pegunungan Arfak/BNPB

Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia karena bencana banjir bandang di Kabupaten Arfak 16 orang meninggal dunia. Sementara di Kabupaten Cirebon, sebanyak 21 orang meninggal duniakarena tanah longsor.

Sejak Mei hingga awal Juni ini banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Papua. Banjir dan longsor terjadi di Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Daya.

BNPB mengatakan pencarian korban Banjir bandang di Kabupaten Arfak, Papua Barat, yang telah dilaksanakan selama 14 hari mulai 17 hingga 30 Mei 2025 resmi dihentikan. Sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 4 jiwa masih hilang.

Tim gabungan masih melanjutkan upaya pencarian korban pascabencana banjir bandang yang menerjang Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak. Tim SAR gabungan terdiri atas BPBD, Basarnas, TNI/POLRI, dan masyarakat setempat.

Banjir bandang terjadi pada Jumat malam, (16/5), sekitar pukul 21.00 WIT, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir tujuh jam sejak pukul 13.00 WIT.

Derasnya aliran air menghantam lokasi camp para penambang emas tradisional, menyeret tenda dan peralatan mereka.

Meskipun tidak ada laporan kerusakan material maupun pengungsian, proses pencarian dihadapkan pada berbagai tantangan berat.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Banjir BandangBNPBBPBDCirebonKabupaten Pegunungan ArfakLongsor
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Akan Melaksanakan Program Profesi Guru Angkatan I Tahun 2025

Next Post

Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

Postingan Terkait

BPBD Pantau 18 Titik Api di Provinsi Gorontalo

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

20 Juli 2026
Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

20 Juli 2026

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

TERBARU

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Dudzai Akan Kembali Menguat di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Seekor Paus Berkeliaran di Muara Sungai di Osaka

Kapal Harus Punya Sertifikat, Pelaut Perlu Pendidikan dan Latihan

Pemanfaatan Ruang Laut Bukan Hak, Tetapi Izin

Sejumlah Daerah Beri Bantuan Bagi Korban Banjir Kota Gorontalo

Kronologi Penanganan Hiu Paus di Inlet PLTU Paiton

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.