Rakor Inflasi, Penjabat Gubernur Gorontalo Mendapat Teguran Mendagri

Kabupaten Bone Bolang Provinsi Gorontalo tertinggi kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) di luar Pulau Jawa dan Sumatera hingga minggu ke-2 Maret 2024. GAMBAR: Kemendagri RI/YouTube

Darilaut – Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi (rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, pada Senin (18/3).

Dalam rapat yang membahas perkembangan inflasi hingga minggu ke-2 Maret 2024 tersebut, Mendagri mengatakan Provinsi Gorontalo dan kabupaten banyak sekali yang tinggi.

“Saya warning ini… Pak Pj Gubernur Gorontalo masuk terus. Provinsinya tertinggi, kabupaten juga banyak sekali yang tinggi-tinggi ini, warning,” ujar Mendagri, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, yang disiarkan melalui akun Youtube Kemendagri RI, https://www.youtube.com/live/Pz_tKROmlcU?si=BhOJXL2n9JvQC1ZG.

Berdasarkan indeks perkembangan harga sebagai proxy inflasi, pada minggu ke-2 Maret 2024, terdapat 10 provinsi tertinggi, yaitu: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jambi, Riau Bengkulu, Sumatera Selatan dan Sulawesi Barat.

Mendagri menjelaskan pula kondisi inflasi provinsi Year on Year (y-on-y) di bulan Februari, tertinggi di Papua Selatan 4,61 persen, Provinsi Gorontalo 3,73 persen, Papua Tengah 3,72 persen, Bengkulu 3,68 persen, papua Barat 3,61 persen, Sulawesi Utara 3,55 persen, Sulawesi Tengah 3,37 persen, Sumatera Barat 3,32 persen, Kalimantan Timur 3,28 persen, dan Lampung 3,28 persen.

10 kabupaten tertinggi inflasi, Minahasa Selatan 6,06 persen, Minahasa Utara 5,90 persen, Toli-toli 5,76 persen, Pasaman Barat 5,52 persen, Wajo 5,48 persen, Kabupaten Gorontalo 5,31 persen, Rembang 4,93 persen, Halmahera Tengah 4,68 persen, Kampar 4,63 persen, dan Muara Enim 4,63 persen.

Adapun kondisi inflasi kota terendah di bulan Februari 2024, berdasarkan data BPS yang diolah 17 Maret 2024, Kota Gorontalo termasuk 10 kota terendah inflasi y-on-y di Indonesia.

Kondisi inflasi provinsi di bulan Februari 2024 berdasarkan data yang diolah pada 17 Maret 2024. GAMBAR: Kemendagri RI/YouTube

Kota terendah inflasi Lhokseumawe 1,50 persen, Kota Sorong 1,57 persen, Banda Aceh 1,78 persen, Kota Gorontalo 1,90 persen, Kota Bandung 1,95 persen, Jayapura 2,02 persen, Tarakan 2,05 persen, Pontianak 2,05 persen, Pekanbaru 2,05 persen, Lubuklinggau 2,15 persen.

Indeks perkembangan harga (IPH) pada minggu ke-2 Maret 2024 kabupaten/kota tertinggi di Indonesia, yaitu Pesisir Selatan, Bone Bolango, Musi Rawas Utara, Minahasa, Bolaang Mongondow, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, Buol, Gorontalo Utara, Lombok Tengah, Tomohon, Toraja Utara, Barito Utara, Solok Selatan dan Poso.

Adapun 10 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi Pesisir Selatan (Sumatera Barat) 11,46 persen, Bone Bolango (Provinsi Gorontalo) 10,64 persen, Musi Rawas Utara (Sumatera Selatan) 9,53 persen, Minahasa (Sulawesi Utara) 9,35 persen, Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) 9,34 persen, Bitung (Sulawesi Utara) 8,78 persen, Bolaang Mongondow Timur (Sulawesi Utara) 8,73 persen, Buol (Sulawesi Tengah) 8,28 persen, Gorontalo Utara (Provinsi Gorontalo) 8,20 persen, dan Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat) 7,50 persen.

Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, yang membawakan materi “Tinjauan Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga Minggu ke-2 Maret 2024” menjelaskan kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi.

“Kenaikan IPH tertinggi di luar Pulau Jawa dan Sumatera terjadi di Kabupaten Bone Bolango dengan nilai IPH 10,64 persen,” kata Amalia, saat rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024.

10 kabupaten/kota tertinggi mengalami kenaikan yaitu Bone Bolango dengan komoditas andil terbesar cabai rawit, beras dan cabai merah. Kabupaten Minahasa komoditas andil terbesar cabai rawit, beras, dan daging ayam ras. Bolaang Mongondow komoditas andil terbesar cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

Kota Bitung komoditas andil terbesar beras, cabai rawit dan daging ayam ras. Bolaang Mongondow Timur komoditas andil terbesar daging ayam ras, beras dan cabai rawit. Buol komoditas andil terbesar cabai rawit, beras dan cabai merah.

Gorontalo Utara komoditas andil terbesar beras, cabai rawit dan cabai merah. Lombok Tengah komoditas andil terbesar beras, cabai rawit dan cabai merah. Kota Tomohon cabai rawit, beras dan daging ayam ras. Tora Utara komoditas andil terbesar daging ayam ras, beras dan cabai merah.

Dalam rakor tersebut, BPS menyampaikan kesimpulan, pertama, berdasarkan pemantauan harga Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada minggu ke-2 Maret 2024, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota adalah telur ayam ras, daging ayam ras dan gula pasir.

Kedua, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras terus berangsur berkurang. Indikasi mulai terlihat dampak panen di beberapa sentra padi.

Ketiga, komoditas lain seperti minyak goreng, bawang putih, cabai rawit dan daging sapi juga menunjukkan penambahan kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga sampai minggu ke-2 Maret 2024. Meskipun masih sedikit, namun tetap perlu menjadi perhatian.

Exit mobile version