Rekor Baru Topan Freddy

Trek lintasan Topan Freddy di Samudra Hindia pada Februari dan Maret 2023. GAMBAR: NOAA/MatthewCuyugan/TWITTER

Oleh: Verrianto Madjowa

TOPAN Freddy telah memecahkan rekor siklon tropis (Tropical Cyclone) yang melintasi Samudra Hindia.

Setelah mendarat di pesisir Mozambik, pada Jumat 24 Februari, Topan Freddy melanjutkan lintasannya ke Zimbabwe.

Di Zimbabwe ternyata Freddy tidak punah di daratan Afrika. Sistem ini hanya berputar dan kembali ke Mozambik, selanjutnya memasuki Alur Mozambik (Mozambique Channel).

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) peringatan yang akurat dan tindakan dini di lapangan membantu mengurangi korban jiwa di Madagaskar.

Peringatan dini serupa juga disampaikan di Mozambik.

Hingga awal Maret, hampir 400.000 orang telah terkena dampak topan Freddy di Madagaskar dan Mozambik. Freddy membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan naiknya permukaan air.

Sedikitnya 14 orang tewas akibat topan Freddy dan merusak lebih dari 56 ribu rumah serta ratusan infrastruktur. Sebanyak tujuh orang tewas 7 di Madagaskar dan 7 di Mozambik.

Sementara itu, sebanyak 16 anak buah kapal (ABK) perikanan Lien Sheng Fa, 15 di antaranya warga negara Indonesia (WNI) dan satu Taiwan sebagai kapten, hilang di Samudra Hindia.

Kapal penangkap tuna tersebut hilang kontak pada Minggu, 19 Februari. Saat itu, Topan Freddy sedang mengamuk dengan kekuatan siklon tropis yang sangat intens (Very Intense Tropical Cyclone).

Kapal Lien Sheng Fa kehilangan kontak radio dengan Taipei saat berlayar 215 mil laut dari Port Mathurin, Pulau Rodrigues – Mauritius.

Pada Senin (6/3) di hari ke 29 perjalanan panjang, topan Freddy masih berada dengan kekuatan sebagai badai tropis.

Esok, Selasa (7/3) diperkirakan sistem ini masih akan menguat di Alur Mozambik. Perjalanan 30 hari ini akan menyamai rekor topan John yang melintasi cekungan Pasifik, pada 1994 lalu.

Topan John adalah pemegang rekor topan paling lama dan menempuh jarak paling jauh yang tercatat di dunia.

Siklon tropis Freddy terbentuk pada 5 Februari di Laut Timor, selatan Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Freddy berkembang sejak 3 Februari 2023 di selatan Jawa, kemudian ke timur laut dan berada di selatan Nusa Tenggara.

Selanjutnya, Freddy mengambil arah ke barat daya atau di utara Port Hedland, Australia Barat. Setelah terbentuk sebagai siklon tropis –Freddy yang mendapatkan penamaan dari Biro Meteorologi Australia, bergerak secara umum ke barat dan barat-barat daya.

Masih mempertahankan kekuatan sebagai siklon tropis intens (Intense Tropical Cyclone) Freddy mendarat di Madagaskar. Pada 21 Februari 2023, pukul 19.20 waktu setempat, Freddy mendarat di pantai timur, 18 mil sebelah utara kota Mananjary.

Ini adalah wilayah mendarat pertama Freddy setelah menempuh jarak lebih dari 4.000 mil (7408 km) melintasi Samudra Hindia.

Freddy masih begerak dan telah menempuh jarak lebih dari 10 ribu km. Rekor di Samudera Hindia sebelumnya, dipegang Siklon Tropis Leon-Eline Februari 2000.

Sistem ini menempuh jarak 11.000 kilometer dari dekat Bali hingga berakhir di Namibia di pantai barat Afrika selama periode 29 hari.

Hingga Senin (6/3) sudah 29 hari perjalanan Topan Freddy dari selatan Nusa Tenggara Timur, Samudra Hindia, dan Alur Mozambik. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Khususnya di Samudra Hindia, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), tidak ada siklon tropis lain yang teramati di bagian dunia ini yang melintasi Samudera Hindia dalam dua dekade terakhir.

Faktanya, ini salah satu dari empat sistem yang telah melintasi Samudera Hindia bagian selatan dari timur ke barat.

Freddy telah memegang rekor akumulasi energi siklon (ACE) sepanjang masa, ukuran kekuatan badai dari waktu ke waktu, untuk Belahan Bumi Selatan, serta secara global, sejak topan Loke pada tahun 2006.

Freddy telah menghasilkan sekitar 66 unit ACE, mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 53 unit, yang sebelumnya dipegang oleh Topan Fantala pada tahun 2016.

Hanya dua badai (hurricanes) Atlantik yang memiliki indeks ACE lebih tinggi dari Freddy—Badai Three pada tahun 1899 (ACE: 73,6) dan Badai Ivan pada tahun 2004 (ACE: 70.4).

Selain itu, kata NOAA, Freddy adalah siklon tropis pertama di Belahan Bumi Selatan yang mengalami empat putaran intensifikasi cepat yang terpisah, yang terjadi karena semburan angin berulang yang melemahkan badai dan kemudian mereda.

Freddy adalah siklon pertama tahun ini yang paling kuat, setara dengan badai Atlantik Kategori 5 di Skala Angin Badai Saffir Simpson dengan kecepatan angin berkelanjutan lebih dari 160 mph.

Satelit pengorbit kutub NOAA menyediakan data penting tentang badai tersebut. Instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit NOAA-20 Joint Polar Satellite System dan Suomi NPP memainkan peran penting dalam mendeteksi dan melacak badai.

Satelit geostasioner, seperti satelit Meteosat yang dioperasikan di Eropa, Europe’s Meteorological Satellite Organization (EUMETSAT), memberikan informasi tepat waktu dan berpotensi menyelamatkan jiwa tentang cuaca dan badai di wilayah ini.

Satelit-satelit ini melacak posisi dan pergerakan siklon tropis serta memantau pusat sirkulasi dan medan anginnya hampir secara waktu nyata.

Hari ini, berdasarkan layanan Zoom.earth, trek lintasan Freddy telah mendekati Toliara, Madagaskar.

Diperkirakan setelah di dekat Toliara, Freddy akan mengambil lintasan barat laut, mendekati Mozambik.

Topan Freddy diprediksi masih mempertahankan intensitasnya hingga akhir pekan ini, dan akan melampaui rekor topan John, sebagai siklon tropis paling lama di dunia.

Sumber: Darilaut.id, Nesdis.noaa.gov, weatherzone.com.au, Eumetsat.int, Zoom.earth/JTWC, IOM dan OCHA

Exit mobile version