Darilaut – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok menyampaikan belasungkawa dengan mendatangi kediaman orang tua mahasiswa korban meninggal dunia di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.
Hal ini sebagai bentuk perhatian serta kepedulian terhadap musibah yang dialami mahasiswa saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi MBKM di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Rektor dan pimpinan UNG melayat ke rumah duka almarhumah Sri Maghfira Mamonto di Inobonto Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Kamis (17/4).
Selanjutnya, ke kediaman orang tua dari almarhumah Alfateha Ahdania Ahmadi di Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Sebelumnya, pada Rabu (16/4), Rektor UNG mendatangi kediaman orang tua mahasiswa yang meninggal atas nama Regina Malaka yang berada di Desa Taluduyunu Kabupaten Pohuwato.
Kehadiran Rektor yang didampingi jajaran pimpinan universitas, disambut kedua orang tua almarhumah Regina Malaka.
Ayahanda Ferdi Malaka dan Ibunda Ningsih Dehiyo tidak kuasa menahan kesedihannya, air mata keduanya ditumpahkan langsung saat bertemu Rektor.
Dalam kesempatan tersebut Rektor turut berziarah ke makam almarhumah Regina, yang lokasinya berada di belakang rumah orang tuanya.
Rektor dan rombongan menyempatkan diri untuk melantunkan doa dan zikir untuk almarhumah.
Secara khusus Rektor menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, untuk mahasiswa yang menjadi korban musibah kali ini. Rektor berharap keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
“Atas nama pribadi dan seluruh civitas academica UNG, saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Kami turut berduka dan merasa sangat kehilangan,” ujar Rektor.
Menurut Rektor kehadiran UNG bersama keluarga korban bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab institusi, namun juga bagian dari keluarga besar civitas academica yang turut merasakan duka mendalam akan kehilangan mahasiswa terbaiknya.
Selain mengunjungi keluarga korban meninggal, Rektor UNG dan jajaran pimpinan menemui mahasiswa yang selamat dari musibah.
