Eduart mengatakan, UNG dengan 20 ribu mahasiswa, menjadi sasaran utama dari pada penyebaran informasi hoaks tersebut.
“Alasannya, 20 ribu mahasiswa ini mayoritas usianya lagi senang-senangnya dengan informasi digital. Ini yang tidak bisa kita hindari, ini fakta. Sehingga dengan pelatihan cek fakta ini saya berharap besar dapat memberikan kontribusi dan pencerahan informasi yang beredar di masyarakat terutama di kalangan mahasiswa UNG,” katanya.
Rektor UNG memberikan apresiasi kepada AMSI yang telah menyelenggarakan training Cek fakta. “Problem informasi dan pemberitaan digital saat ini membutuhkan fakta yang tepat dan benar,” ujar Eduart.
Ketua AMSI Wilayah Gorontalo Verrianto Madjowa mengatakan, peserta training kali ini berasal dari anggota AMSI Gorontalo, pers mahasiswa, staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) se provinsi Gorontalo, dan staf Humas Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta organisasi non pemerintah (LSM). Trainer dalam kegiatan ini masing-masing Donal Caniago dan Edho Sinaga.
“Training berlangsung secara luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan),” kata Verri.





Komentar tentang post