Desa Terisolasi
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Sekumur. Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi secara normal akibat kerusakan bangunan dan hilangnya alat-alat kesehatan.
Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, menyampaikan kondisi pascabanjir membuat pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan seperti sedia kala.
“Ruangan pelayanan belum bisa digunakan sepenuhnya, alat-alat kesehatan banyak yang hanyut, termasuk tempat tidur pasien, oksigen, dan infus. Kami sangat berharap ada perhatian agar pelayanan kesehatan bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan menurunkan tim relawan tenaga cadangan kesehatan batch II untuk memperkuat respons krisis kesehatan di wilayah terdampak, termasuk desa-desa dengan akses terbatas.
Tim relawan melakukan pelayanan kesehatan di posko serta menjangkau langsung masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan transportasi dan kondisi geografis.
Selain pelayanan medis, tim juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.
Kementerian Kesehatan memastikan penanganan krisis kesehatan pascabencana dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga fasilitas kesehatan kembali pulih dan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.




