Darilaut – Daerah aliran sungan (DAS) Bolango mengalami tekanan perubahan penggunaan lahan dari tahun ke tahun. Tekanan ini karena berkurangnya kawasan hutan, pertanian lahan kering dan pemukiman.
Temuan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) perlindungan lereng curam dan praktik konservasi pertanian dapat menghentikan atau menurunkan erosi secara signifikan.
Melindungi lereng curam dan memperkuat praktik tanam kontur memberi dampak paling nyata menekan erosi, kata peneliti UNG Prof. Dr. Fitryane Lihawa, Dr. Iswan Dunggio dan Rahmat Jaya Lahay.
Tim peneliti mengembangkan model terpadu yang menggabungkan Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) dan Agent-Based Modeling (ABM) untuk memetakan, memprediksi, dan menguji skenario pengendalian erosi di DAS Bolango.
“Temuan utama kami sederhana, melindungi lereng curam dan memperkuat praktik tanam kontur memberi dampak paling nyata menekan erosi,” ujar tim peneliti.
Dengan model ini, sekaligus membantu pemerintah merancang kebijakan tata ruang dan konservasi berbasis data.
Pemerintah daerah bisa menguji kebijakan di ‘laboratorium digital’ sebelum diterapkan di lapangan.
Menurut peneliti yang paling menentukan adalah vegetasi dan tata kelola penutupan lahan. Ketika tutupan membaik dan aturan dipatuhi, risiko erosi turun dan sistem DAS menjadi lebih stabil.




