Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti UNG Kembangkan Cara Menghentikan Risiko Erosi di DAS Bolango

redaksi
13 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Peneliti UNG Kembangkan Cara Menghentikan Risiko Erosi di DAS Bolango

Lereng curam di kawasan DAS Bolango. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Daerah aliran sungan (DAS) Bolango mengalami tekanan perubahan penggunaan lahan dari tahun ke tahun. Tekanan ini karena berkurangnya kawasan hutan, pertanian lahan kering dan pemukiman.

Temuan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) perlindungan lereng curam dan praktik konservasi pertanian dapat menghentikan atau menurunkan erosi secara signifikan.

Melindungi lereng curam dan memperkuat praktik tanam kontur memberi dampak paling nyata menekan erosi, kata peneliti UNG Prof. Dr. Fitryane Lihawa, Dr. Iswan Dunggio dan Rahmat Jaya Lahay.

Tim peneliti mengembangkan model terpadu yang menggabungkan Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) dan Agent-Based Modeling (ABM) untuk memetakan, memprediksi, dan menguji skenario pengendalian erosi di DAS Bolango.

“Temuan utama kami sederhana, melindungi lereng curam dan memperkuat praktik tanam kontur memberi dampak paling nyata menekan erosi,” ujar tim peneliti.

Dengan model ini, sekaligus membantu pemerintah merancang kebijakan tata ruang dan konservasi berbasis data.

Pemerintah daerah bisa menguji kebijakan di ‘laboratorium digital’ sebelum diterapkan di lapangan.

Menurut peneliti yang paling menentukan adalah vegetasi dan tata kelola penutupan lahan. Ketika tutupan membaik dan aturan dipatuhi, risiko erosi turun dan sistem DAS menjadi lebih stabil.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: DAS BolangoLereng CuramPeneliti UNGProf. Fitryane LihawaUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Dudzai Menguat di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Next Post

Relawan Kesehatan Lewati Jalan Berlumpur dan Sungai Meluap di Aceh Tamiang

Postingan Terkait

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Next Post
Relawan Kesehatan Lewati Jalan Berlumpur dan Sungai Meluap di Aceh Tamiang

Relawan Kesehatan Lewati Jalan Berlumpur dan Sungai Meluap di Aceh Tamiang

TERBARU

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Peringatan Hari Konservasi, Momentum Bersejarah di Tengah Pandemi Covid-19

Kapal Terbalik di Selat Singapura Ganggu Alur Pelayaran

Warga Desa Mira Morotai Hilang Saat Melaut

Mineral Kritis Dibutuhkan untuk Energi Bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik

La Nina Lemah Meningkatkan Volume Hujan Tahun Ini

Kekuatan Topan Hinnamnor Berkurang Menjadi Ekstrem dan Ekstra-tropis

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.