Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi Mamberamo Raya memiliki parameter update gempa pertama dengan magnitudo M6,1, gempa kedua M5,9, gempa ketiga M5,5 dan gempa keempat M6,2.
Episenter gempabumi pertama terletak pada koordinat 2,21° LS ; 138,25° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 Km arah Timur Laut Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Papua pada kedalaman 19 km.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, empat gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Anjak Mamberamo.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa keempat gempabumi yang tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust-fault),” kata Daryono.
Gempabumi ini dirasakan di daerah Sarmi dengan skala intensitas IV MMI, Mamberamo III MMI, dan daerah Jayapura II MMI.





Komentar tentang post