Dalam pidato khusus untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak para pemimpin dunia untuk segera bertindak guna mengatasi meningkatnya risiko iklim.
“Kita memerlukan jalan keluar dari jalan raya menuju neraka iklim,” kata Sekjen PBB memperingatkan, dalam pidato di The American Museum of Natural History di New York yang dia sebut sebagai momen kebenaran.
“Kebutuhan akan aksi iklim belum pernah terjadi sebelumnya, namun begitu pula dengan peluang yang ada, tidak hanya untuk mewujudkan perubahan iklim namun juga kemakmuran ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sekjen PBB menekankan perlunya membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5℃, yang menurut laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Wakil Direktur Eksekutif UNEP Elizabeth Maruma Mrema menyampaikan pidatonya di Universitas Oxford dan menyerukan upaya bersama internasional dalam mengatasi krisis tiga planet yaitu perubahan iklim, hilangnya alam dan polusi.
“Multilateralisme adalah satu-satunya cara kita untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang saling berhubungan dan terintegrasi ini,” katanya kepada para mahasiswa.
Ketiga, Menghidupkan Bentang Alam
Di Maladewa, Presiden Mohammed Muizzu mengumumkan inisiatif untuk menanam 5 juta pohon selama lima tahun. Oman berjanji untuk menanam lebih dari 16 juta benih liar.




