Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

redaksi
24 Juli 2026
Kategori : Berita
0
Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Restorasi terumbu karang. FOTO: ZACH BOAKES/BRIN

Darilaut – Hasil pemantauan selama lima tahun di lokasi restorasi terumbu karang menunjukkan bahwa proses pemulihan ekosistem tidak berlangsung secara linear.

Meskipun jumlah dan keanekaragaman ikan meningkat dibandingkan kawasan dasar pasir yang terdegradasi, komposisi komunitas ikan di terumbu buatan masih berbeda dengan terumbu alami.

Penelitian ini dilakukan di Teluk Tianyar, Bali Utara, yang berlangsung selama lima tahun, mulai 2020 hingga 2024. 

Salah satu temuan penelitian ini adalah pentingnya pemantauan dalam jangka panjang. Tim peneliti menunjukkan bahwa apabila pengamatan hanya dilakukan selama tiga tahun, kesimpulan yang diperoleh dapat berbeda dibandingkan ketika pemantauan dilanjutkan hingga lima tahun.

Oleh karena itu, evaluasi restorasi terumbu karang memerlukan data jangka panjang agar efektivitasnya dapat dinilai secara lebih akurat.

Menurut tim peneliti, perubahan komunitas ikan juga dipengaruhi berbagai faktor lingkungan, seperti cuaca, proses perekrutan ikan muda, interaksi predator dan mangsa, hingga aktivitas penangkapan ikan. Perkembangan ekosistem hasil restorasi merupakan proses yang dinamis dan tidak dapat dinilai hanya dari hasil pengamatan dalam waktu singkat.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zach Boakes, mengatakan terumbu buatan cenderung dihuni lebih banyak ikan predator. Terumbu alami lebih didominasi ikan pemakan plankton dan ikan herbivora yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINRestorasi Terumbu KarangZach Boakes
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

Next Post

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Postingan Terkait

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

24 Juli 2026
Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

24 Juli 2026

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Next Post
Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

TERBARU

Badai Tropis Noul Menuju Selat Luzon dan Pantai Timur Guangdong

Badai Tropis Noul Terbentuk di Dekat Luzon Utara Laut Filipina

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

Rehabilitasi Karang di Raja Ampat

ISKINDO: Potensi Laut Bisa Bayar Utang Negara

Sejumlah Mahasiswa UNG Dapat Beasiswa Dari Industri Morowali

Pendidikan Kebencanaan Penting untuk Publik

Malam Ini Gempa Kuat M 6,5 Kembali Mengguncang Togean Tojo Una-Una

Lebih 1200 Orang Mengungsi Karena Tanah Longsor di Natuna, 42 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.