Darilaut – Ikan hulu’u (Giuris margaritaceus) biasanya hidup di perairan tawar, seperti di Danau Limboto, Provinsi Gorontalo. Riset oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan ikan hulu’u –nama lokal Gorontalo– berpotensi menjadi agen terapeutik menjanjikan untuk perawatan luka diabetes.
Penelitian ini dilakukan program studi Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) dan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG.
Para peneliti ini masing-masing Mohamad Aprianto Paneo, Endah Nurrohwinta Djuwarno, Sitty Ainsyah Habibie, Muhammad Taupik, Aditya Naufal Maulana, Nur’Afni Octaviana Hamzah, Rayhan Firman Anasiru, dan Nur Alifia Karina Munafri.
Menurut peneliti, diabetes sering menghadirkan masalah yang jauh melampaui angka gula darah. Salah satu yang paling menyulitkan adalah luka yang sulit sembuh—perlahan menutup, rentan infeksi, dan kerap berujung pada komplikasi serius.
Di tengah tantangan itu, riset UNG ini menghadirkan sebuah ide yang dekat dengan alam dan sumber daya lokal: albumin dari ikan hulu’u.
Albumin dikenal luas sebagai protein penting yang berperan dalam perbaikan jaringan. Namun, penelitian ini tidak berhenti pada gagasan “albumin itu baik”— namun melangkah lebih jauh dengan merancang sebuah produk berbentuk spray gel yang praktis, mudah diaplikasikan, dan tetap nyaman digunakan pada luka: HulDerma Spray.
Dalam penelitian ini, albumin ikan Hulu’u diformulasikan menjadi spray gel dengan tiga kadar berbeda: 10%, 15%, dan 30%.
Agar gel stabil dan layak digunakan pada kulit, formulasi dilengkapi bahan pendukung seperti propylene glycol, HPMC (hydroxypropyl methylcellulose) sebagai pengental/pembentuk gel, serta DMDM hydantoin sebagai pengawet.
HulDerma Spray harus membuktikan dua hal sekaligus,, pertama, stabil secara fisik (tidak “rusak” selama penyimpanan/ perubahan suhu). Kedua, efektif mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes.
Selanjutnya, peneliti melakukan uji stabilitas yang tidak mudah berubah dan tetap siap dipakai. Spray gel diuji dengan menggunakan metode freeze–thaw cycles (perubahan suhu dingin–panas berulang) untuk menilai kestabilan.
Hasilnya memberi sinyal kuat formulasi ini tetap konsisten untuk pemakaian topikal.
• Perubahan viskositas hanya sekitar ±1,77 hingga ±2,07
• Perubahan pH hanya sekitar ±0,17 hingga ±0,36
Angka-angka ini menunjukkan bahwa gel tidak “rewel” terhadap kondisi ekstrem—sebuah syarat penting jika suatu formulasi ingin berkembang menjadi kandidat produk nyata.
Uji Luka Diabetes
Bagian paling menentukan dari penelitian ini adalah uji in vivo pada tikus putih jantan Wistar. Kondisi diabetes dibuat menggunakan induksi streptozotocin (STZ) melalui injeksi intraperitoneal, lalu luka dibuat dan diamati selama 7 hari.
Berapa cepat diameter luka berkurang? Ukuran keberhasilannya jelas dan terukur dan di sinilah HulDerma Spray menunjukkan “kelas”-nya.
Dengan formulasi 30%, penutupan luka paling cepat dari tiga formulasi, kadar albumin 30% (F3) yang paling utama.
Diameter luka berkurang dari 20 mm menjadi 9,4 mm pada hari ke-7 → setara dengan penurunan 50%.
Sebagai pembanding, kelompok kontrol negatif (gel tanpa albumin) memang membaik, tetapi lebih lambat: dari 20 mm menjadi 12,7 mm pada hari ke-7.
Melalui penelitian ini, albumin bukan sekadar tambahan bahan, tetapi benar-benar berkontribusi pada percepatan penyembuhan luka pada kondisi diabetes.
Hulu’u Fish
Riset ini memberikan harapan baru yang berangkat dari sumber daya lokal. Hulu’u fish albumin diposisikan sebagai bahan yang menjanjikan untuk terapi luka diabetes.
Sekaligus membuka wacana bahwa pengembangan kesehatan tidak selalu harus bergantung pada bahan impor atau solusi mahal.
HulDerma Spray, khususnya formulasi 30%, muncul sebagai kandidat inovasi yang stabil secara fisik, efektif mempercepat penyembuhan luka diabetes (model hewan), praktis dalam bentuk spray gel, berbasis bahan lokal yang berpotensi berkelanjutan.
Kesimpulan hasil riset ini, albumin ikan hulu’u berpotensi menjadi agen terapeutik menjanjikan untuk perawatan luka diabetes, dan HulDerma Spray menawarkan bentuk sediaan yang inovatif dan aplikatif.
Catatan Redaksi, hulu’u salah satu jenis ikan ekonomis penting yang mengalami eksploitasi di Danau Limboto. Upaya perlindungan dan pelestariaan ikan hulu’u penting dilakukan untuk keberlanjutan spesies ini. Begitu pula pengembangan dan pemanfaatan ikan hulu’u melalui budidaya.
