Kekayaan hayati di Indonesia, kata Agus, dipengaruhi adanya pertemuan arus laut yang melewati pulau-pulau di Indonesia.
Tekanan antropogenik dari pembangunan di wilayah pesisir karena adanya tekanan kebutuhan lahan yang terbatas, reklamasi, penambangan pasir dan batu karang, dan pencemaran turut menambah risiko kerusakan biota laut.
Selain itu, menurut Agus, tantangan perubahan iklim juga mengancam keragaman hayati kita. Seperti pemanasan laut, pengasaman laut, dan kenaikan muka air laut, di mana ini berdampak pada perekonomian masyarakat di pesisir.
LIPI mengajak semua masyarakat, akademisi dan LSM untuk bersama sama melakukan edukasi dan monitoring terhadap terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan ikan.
COREMAP-CTI LIPI diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk bergabung dengan LIPI dan berlatih bersama dalam monitoring hayati laut di seluruh Indonesia, sehingga kita dapat menjaga secara bersama-sama laut Indonesia.*





Komentar tentang post