Darilaut – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar bisa di jangkau masyarakat, serta tidak berdampak terhadap angka inflasi di daerah.
Upaya Pemerintah Kota Gorontalo itu satu di antaranya menggelar kegiatan pangan murah bersubsidi, di Lapangan Buladu Kecamatan Kota Barat, pada Sabtu (18/11).
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, menjelaskan kegiatan pangan murah bersubsidi untuk menyediakan barang-barang yang bisa di jangkau masyarakat. Misal, beras medium bisa dibeli dengan harga Rp. 7000 per kg atau Rp 35 ribu per 5 kg.
Artinya, kata Marten, 50 persen subsidi dari APBD untuk mengatasi lonjakan harga bahan pokok di pasaran, dalam rangka memenuhi kebutuhan Masyarakat.
Beras yang sudah mencapai Rp 17 ribu per kg di pasaran, padahal harga eceran tertinggi (HET) di Bulog hanya sekitar Rp. 12 ribu per kg untuk premium.
Sementara untuk beras kualitas medium sudah mencapai Rp 14 ribu di pasaran, HET di Bulog hanya sekitar Rp 10 ribu.
Gula di pasaran harganya mencapai Rp 16 ribu. Sementara di lokasi pangan murah harga gula hanya Rp 8000.
Sama halanya dengan rica, bawang dan tomat, harganya mendapat subsidi 60 persen.
“Kalau kami tidak melaksanakan kegiatan ini, maka masyarakat tidak akan mendapatkan bahan pokok yang mereka butuhkan dengan harga sesuai dengan pendapatan mereka,” ujar Marten.




