Selasa, September 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

redaksi
15 Juni 2020
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

Hiu buaya, Pseudocarcharias kamoharai, yang tertangkap di Pakistan. FOTO: Mohammad Moazzam Khan Via Fishbase.se

Darilaut – Ini bukan pertarungan hiu vs buaya yang pernah diwartakan 3 tahun lalu atau bisa dilihat melalui Youtube.

Hiu buaya adalah spesies tersendiri dengan nama dalam bahasa Inggris Crocodile shark.

Ikan ini telah dideskripsikan oleh Matsubara pada 1936 dan memiliki nama ilmiah Pseudocarcharias kamoharai.

Tidak ada awak kapal perikanan atau nelayan yang khusus menangkap hiu buaya. Biasanya ikan ini tertangkap secara tidak sengaja di rawai tuna.

Bila ada hiu buaya yang tertangkap, meski daging dan siripnya bisa dimanfaatkan, akan dibuang begitu saja.

Yang diambil saat tertangkap hanya hati hiu buaya. Bagian tubuh lainnya sebagai buangan.

Hati ikan hiu buaya sangat berminyak dan mengandung squalene. Panjang hati ikan ini hampir 60 persen panjang baku dengan bobot 22,7 persen dari bobot tubuhnya.

Seperti diketahui, dalam bidang farmasi, squalene, banyak dihasilkan melalui proses ekstraksi minyak ikan, terutama minyak hati ikan hiu.

Squalene yang dikombinasikan dengan bahan lain di dalam produk perawatan kulit, berguna untuk melembapkan kulit yang kering. Hal ini karena squalene merupakan salah komponen yang membentuk minyak pada kulit.

Hasil penelitian Tampubolon dkk., selama Februari 2012 hingga Oktober 2014, melalui 20 kali pelayaran kapal penangkap ikan komersial yang menggunakan alat tangkap rawai tuna, tertangkap sebanyak 288 ekor hiu buaya.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: HiuHiu BuayaSamudera HIndia
Bagikan12Tweet6KirimKirim
Previous Post

Sampah Plastik di Masa Pandemi Covid-19 Cemari Ekosistem Laut

Next Post

Upaya Konservasi Hiu Buaya

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

Upaya Konservasi Hiu Buaya

Komentar tentang post

TERBARU

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Ranjau dan Alat Peledak Terus Membunuh Ribuan Orang

KKP dan SEAFDEC Bahas Spesies Akuatik

Badai Tropis Fina Menguat Menjadi Kategori 2 di Laut Arafura

Indonesia Digital Conference 2020, Erick Thohir: BUMN Perlu Terus Berinovasi

Cara Nelayan Gorontalo Menjaga dan Melindungi Paus Pilot

Ketua Komisi III Terima Pengunjuk Unjuk Rasa KUD Dharma Tani

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.