SDGs Center UNG Kolaborasi Riset Untuk Pengabdian Masyarakat

SDGs Center UNG bersama Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan dengan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo untuk menyusun skenario pengabdian masyarakat berbasis hilirisasi hasil penelitian, pada Kamis 16 April 2026. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo, pada Kamis (16/4).

Kegiatan ini untuk menyusun skenario pengabdian masyarakat berbasis hilirisasi hasil penelitian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembangunan daerah melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya model multi stakeholder partnership (MSP) dalam menjawab isu-isu strategis daerah secara terarah dan berkelanjutan.

Dua fokus utama yang menjadi prioritas pembahasan adalah penurunan risiko stunting di Kabupaten Gorontalo, serta pengelolaan persampahan di Kota Gorontalo.

Kedua persoalan ini dinilai membutuhkan pendekatan lintas sektor yang terintegrasi melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi non-pemerintah, filantropi, hingga komunitas masyarakat.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi hadir dalam forum ini, antara lain, ketua LPPM dan kepala pusat KKN dari berbagai kampus seperti UNG, IAIN Sultan Amai Gorontalo, UNIGo, UNISAN, UMGo, UNUGo, Poltekkes, UNBITA, dan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat untuk membangun sinergi pengabdian lintas kampus yang lebih terkoordinasi dan tidak tumpang tindih.

Ketua SDGs Center UNG, Raghel Yunginger, menjelaskan bahwa skenario yang tengah disusun dirancang agar program pengabdian dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. 

“Program kolaboratif ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memiliki indikator capaian yang jelas dan memberikan dampak nyata melalui hilirisasi hasil riset perguruan tinggi,” ujarnya.

Advisor Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Gorontalo, Boby Rantow Payu, menekankan pentingnya kemitraan multipihak sebagai jembatan untuk menghadirkan riset yang benar-benar berdampak. Melalui pendekatan kolaboratif ini mampu menghindari pelaksanaan program yang parsial dan tidak terintegrasi.

Dukungan juga datang dari unsur pemerintah daerah, khususnya bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) dari Bappeda Provinsi, Bappelitbangda Kabupaten Gorontalo, dan Bapperida Kota Gorontalo. Mereka mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah awal terbentuknya kolaborasi terpadu antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut didukung oleh GIZ sebagai mitra pembangunan internasional yang bekerja sama dengan SDGs Center UNG.

Ke depan inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kolaboratif yang memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi akademik semata, tetapi terimplementasi menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan strategis di daerah.

Exit mobile version