Dalam laporannya, Kepala ITPC Osaka Dicky Farabi, mengatakan, paviliun Indonesia mengunggulkan produk-produk perikanan, antara lain, udang black tiger asal Papua, unagi kabayaki asal Sukabumi, octopus dan yellowfin tuna dari Surabaya. Selain itu, Ikan teri nasi atau anchovy dari Jepara, Udang vanname dari Kalimantan, canned fish dari Bali, serta berbagai jenis produk perikanan lainnya.
President Japan Fisheries Association, Toshiro Shirasu, berharap para peserta bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam keikutsertaannya di event ini. Panitia juga telah mempromosikan pavilion Indonesia dalam website sehingga akan lebih banyak buyer yang tertarik berbisnis dengan pelaku usaha Indonesia.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, mengatakan, Indonesia merupakan negara pemasok hasil kelautan dan perikanan (HS 03 Fish and crustaceans, Molluscs and other aquatic inverterbrates) ke-11 bagi Jepang dengan market share sebesar 4%.
Total nilai transaksi ekspornya pada tahun 2021 tercatat sebesar USD 433,8 juta atau meningkat 3,19% dibanding nilai transaksi tahun 2020.
Pameran ini juga menjadi tindaklanjut dari pelaksanaan Foodex Tokyo 2022 dan menjadi rangkaian promosi yang dilakukan oleh Perwadag RI di Jepang (Atdag dan ITPC) khususnya untuk produk makanan minuman termasuk produk perikanan Indonesia. Salah satunya adalah CV Anugerah Artha Abadi, sebagai peserta program Export Coaching Program (ECP) Kementerian Perdagangan, juga turut menampilkan produk surimi dari Ikan toyori asal Jawa Timur.





Komentar tentang post