Catatan-catatan tersebut mengungkapkan beragam aktivitas pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh orang nusantara hingga ke Eropa.
Pada 1000 Masehi, orang nusantara telah memiliki kemampuan navigasi yang luar biasa sehingga mereka dapat berlayar hingga ke Madagascar dan Pulau Paskah. “Penemuan perahu bercadik yang canggih di zamannya sangat membantu mereka dalam mengarungi samudera,” kata arkeolog Horst Liebner.
Menurut pakar biologi molekuler Ary Keim, ada kajian Biogeografi dan Antropo-Biologi yang membuktikan bahwa secara genetis bangsa Austronesia/bangsa nusantara berasal dari paparan Sunda/Sundaland bukan dari China, India atau Taiwan.
“Dan salah satu data yang membuktikan hipotesis bahwa bangsa nusantara telah berlayar hingga ke Benua Afrika adalah ditemukannya varietas pisang yang mirip dengan yang ditemukan di Pulau Jawa,” ujarnya.
Selain kajian Biologi dan Arkeologi, temuan prasasti, artifak budaya dan kebahasaan sama-sama menunjukkan bahwa leluhur bangsa Indonesia merupakan bangsa maritim yang kuat.
Karena itu, para pakar yang hadir sepakat memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyusun kebijakan kemaritiman yang merujuk pada historis dan jati diri bangsa indonesia sendiri.
Sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman telah mengadakan sebuah kompetisi karya ilmiah untuk membuktikan persebaran peradaban nusantara melalui pelayaran pada masa silam. Makalah-makalah milik peserta ini kemudian dipresentasikan dalan FGD.





Komentar tentang post