Hal ini berkat pelajaran geografi di sekolahnya yang mengajarkannya tentang tanda-tanda akan datangnya tsunami.
Namun, dalam banyak situasi bencana, mengambil keputusan yang tepat tidaklah semudah contoh-contoh yang ada dalam buku pelajaran.
Berdasarkan laporan media Jepang, 74 siswa dan 10 guru di SD Okawa, Ishinomaki, Prefektur Miyagi, meninggal dunia atau masih dinyatakan hilang setelah tsunami tahun 2011. Keluarga dari 23 siswa yang menjadi korban menuntut pemerintah Prefektur Miyagi dan pemerintah kota Ishinomaki—yang mengelola sekolah-sekolah negeri tersebut—untuk memberikan kompensasi.
Pihak penggugat berpendapat bahwa pihak sekolah telah lalai karena tidak mengevakuasi para siswa ke sebuah bukit di belakang sekolah, tempat yang seharusnya memberikan peluang lebih besar untuk selamat dari gelombang mematikan. Pihak tergugat berargumen bahwa bukit tersebut tidak memadai sebagai lokasi evakuasi karena terdapat risiko pohon tumbang.
Dengan meningkatkan kesadaran akan tsunami melalui Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day), kita dapat menyelamatkan nyawa dan memitigasi kerusakan dahsyat yang diakibatkan oleh tsunami, kata Matsuoka.




