Darilaut – Sejumlah daerah memberikan bantuan bagi korban banjir di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Bantuan ini, antara lain, dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Selain itu, dari Kementerian Sosial RI dan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Gorontalo Kota.
Untuk penanganan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir dilakukan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penyerahan bangtuan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk korban bencana banjir dan longsor, pada Senin (15/7) diterima langsung penjabat Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid.
“Kami dari Pemerintah Kota Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang telah peduli dengan bencana di Kota Gorontalo,” kata Ismail, Senin.
Penyerahan bantuan untuk meringankan masyarakat terdampak bencana di Kota Gorontalo dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena.
Bantuan ini terdiri dari dua ton beras, 85 bak telur, 250 kardus mie instan, dan berbagai macam bantuan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para warga terpapar banjir dan longsor.
Sementara bantuan Kemensos RI berupa 510 paket terdiri dari makanan siap saji 30 dus, setiap dus ada 10 paket jadi totalnya 300 paket. Kemudian kids ware 40 paket, kasur lipat 60 lembar, selimut 95 lembar dan 15 paket peralatan dapur.
Ismail yang meninjau beberapa titik banjir di Kota Gorontalo, mengatakan, di beberapa titik banjir sudah mulai surut, hanya beberapa tempat yang masih cukup tinggi airnya.
Saat melakukan peninjauan sendiri, Ismail turut mendistribusikan makanan siap saji kepada warga terdampak.
Menurut Ismail, saat ini, terus berupaya memberikan bantuan kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak banjir.
Kami juga berupaya berikan pelayanan kesehatan ke masyarakat terdampak karena melihat kondisi yang cukup lama terendam ini akan berindikasi dengan kesehatan, terdapat juga bantuan dari pihak UNG, kata Ismail.
Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan melakukan perbaikan-perbaikan yang menjadi penyebab terjadinya banjir dan longsor di Kota Gorontalo.
Selain itu, akan memperbaiki infrastruktur yang menjadi penyebab banjir dan longsor dengan berkoordinasi dengan Balai Sungai, Balai Jalan untuk perbaikan.
Dari 50 kelurahan yang ada di Kota Gorontalo, sebanyak 47 kelurahan terendam banjir, pada Rabu (10/7) dan Kamis (11/7) pekan lalu.
Hingga Senin (15/7) malam, banjir masih menggenangi pemukiman di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, belum surut. Begitu pula sejumlah rumah yang ada di jalan Raja Eyato Kelurahan Molosipat W.
”Kami sudah lima hari mengungsi,” kata Samir, warga Kelurahan Molosipat W.
Banjir yang masih menggenangi rumah-rumah di Lekobalo dan jalan Raja Eyato berasal dari aliran Sungai Bolango, limpasan dari Danau Limboto.
