Ismail yang meninjau beberapa titik banjir di Kota Gorontalo, mengatakan, di beberapa titik banjir sudah mulai surut, hanya beberapa tempat yang masih cukup tinggi airnya.
Saat melakukan peninjauan sendiri, Ismail turut mendistribusikan makanan siap saji kepada warga terdampak.
Menurut Ismail, saat ini, terus berupaya memberikan bantuan kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak banjir.
Kami juga berupaya berikan pelayanan kesehatan ke masyarakat terdampak karena melihat kondisi yang cukup lama terendam ini akan berindikasi dengan kesehatan, terdapat juga bantuan dari pihak UNG, kata Ismail.
Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan melakukan perbaikan-perbaikan yang menjadi penyebab terjadinya banjir dan longsor di Kota Gorontalo.
Selain itu, akan memperbaiki infrastruktur yang menjadi penyebab banjir dan longsor dengan berkoordinasi dengan Balai Sungai, Balai Jalan untuk perbaikan.
Dari 50 kelurahan yang ada di Kota Gorontalo, sebanyak 47 kelurahan terendam banjir, pada Rabu (10/7) dan Kamis (11/7) pekan lalu.
Hingga Senin (15/7) malam, banjir masih menggenangi pemukiman di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, belum surut. Begitu pula sejumlah rumah yang ada di jalan Raja Eyato Kelurahan Molosipat W.




